Temannya itu bernama Toji, mahasiswa perfiliman di Ritsumeikan University, pemuda yang sangat ramah, ia sendiri keturunan Jepang dan Amerika, dengan postur jangkung dan tampang mix race nya, perempuan mana saja pasti akan luluh kalo deket dia. Pertama kali saya menduga ia kekasihnya Tsumi, namun ternyata bukan. Padahal mereka cocok, Tsumi dengan wajah manisnya sudah pasti jadi idola kalau dia jadi artis JAV Toji tinggal di flat berlantai 3, dimana di flat tersebut mayoritas yang tinggal kamarnya banyak diisi mahasiswa dan mahasiswi di universitas yang sama. Sore itu saya asyik ngobrol tentang film, terlebih membahas film yang baru saja selesai ia buat. Tsumi mengetuk kamar Toji mengajak kami bersantai di cafe seberang. Sesampainya di cafe, Tsumi menghubungi teman-temannya untuk nanti bertemu. Sore itu saya benar-benar senang, ketemu teman baru, berbicara banyak hal yang menyenangkan, membuat rencana malam ini yang akan panjang dan tak ada kata tidur, like o...
Udara dingin menggigit pada bulan pertengahan November, adalah kesalahan terbesar bagi petualang yang tak tahan dingin untuk melancong ke negara yang memiliki musim dingin di penghujung tahun. Jaket parasut beli di pasar malam tak kuasa melindungi pemiliknya yang bukan hanya kedinginan tapi juga kelelahan menyandang ransel yang hanya berukuran 30 liter. Tentu saja faktor umur juga nggak bisa dibohongi. Udara di kota Guilin saat itu, benar-benar lebih dingin daripada saat saya pergi ke Jepang di awal tahun. Saya menyusuri pedestrian kota yang ramai, melewati taman kota yang ramai oleh sekumpulan orang dewasa yang tengah melakukan gerak taichi, disudut taman lain tampak beberapa orang tua yang asyik bermain catur, dan penjual kacang bergerobak tak henti-hentinya menawarkan dagangannya pada orang-orang yang lewat, daun-daun di pepohonan taman mulai berjatuhan. Melewati taman kota, dikejauhan saya melihat dua pagoda kembar yang menjulang ditengah-tengah sungai. Bangunan pago...