(Prequel TraveLove; "Bertemu itu kesempatan bersama itu pilihan") Kita berjanji akan bertemu di salah satu kantin kantormu, maaf merepotkanmu untuk menjemputku di halte busway Karet, karena aku benar-benar bingung di tengah rimba gedung pencakar langit. Kita singgah di penjual otak-otak di bawah jembatan, padahal kita akan berencana makan siang, tapi kamu masih sempat saja membeli seporsi otak-otak. Ada apa dengan otakmu? Ups.. Ini pertama kali melihatmu memakai baju kantor, mengikat rambut indahmu dalam busana kerja yang saya taksir berharga sebulan jatah ongkos hidup di Jogja. kamu membawa saya dalam kantin yang membuat saya jengah, bukan kantin dalam bayangan saya yang berupa warung yang biasa ada di Jogja, ini adalah ruangan bak restoran terbaik untuk skala Jogja, ada pria penyaji laik nya Chef profesional yang melayani, ada keharuman makanan mewah yang saya cium, juga pengunjung yang memakai dasi, pengunjung berkerah putih profesional kerja, hanya saya yang datang de...