Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2007

Apa yang didengar tidak sama dengan yang dirasakan, percayalah!

Sudah berlalu 3 jam dari kedatangan. Dada masih aja naik turun gak karuan, gugup!. Akhirnya dengan bijak gue memutuskan untuk duduk di ruang tunggu, diam disana, beradaptasi dulu. Memulai bercakap dengan orang sekitar untuk lebih menguasai diri dalam keadaan shock culture. Waktu terus berjalan dari pagi, siang lalu menuju sore yang kelabu. Dan perut gue sekarang lapar... Gue masih inget, dengan cemilan2 yang di kasih rombongan haji sewaktu transit di Brunei kmaren. Roti yang sudah mulai mengering dan selai nanas mini. Gue mengoleskan di tengah keramaian. Mengunyah lamat2 biar kerasa kenyang. Tinggal bikin Susu Energen, gue mengeluarkan gelas plastik. Di kafe sebelah, gue melihat harga secangkir kopi saja seharga 4 euro. Kalo air panas nya aja berapa ya?, gue nekat bertanya sambil nenteng gelas plastik yang sudah berisi energen. Pria gemuk klimis penjaga cafe yang gue tanya langsung ngelongo, seolah2 baru kali ini ada pelanggan yang nanya, “berapa harga secangkir air panas?”. Dip...

Eropa itu seperti perempuan cantik, tak terduga, sulit ditaklukkan.

Aaah ini bagian yang paling mendebarkan, memasuki ruangan imigrasian, sebelum menuju bagage claim , ada empat loket imigrasi disana, gue berinisiatif mencari muka officialnya yang ramah, nihil. Wajah mereka sangar bin judes semua. Sebenernya memang benar apa yang dikatain Mbak Widie di comment postingan sebelumnya yang bilang ngapain takut kalo semua dokumen lengkap. Itu memang betul tapi gue takut akan ditanya masalah finansial. FYI di kantong gue cuma ada uang 10 dolar, no credit card, no traveler cheque, no money no honey laah. Tapi Alifa sudah memberikan sedikit trick. 1 . Pura2 gak bisa bahasa Inggris aktif, jadi setiap dia tanya lo bisa mikir lama untuk mikirin jawaban yang “pintar”. 2 . Jangan berlagak kayak Backpacker (karena gaji buruh di negara mereka lebih tinggi daripada uang backpacker negara dunia 3), jadi berlagaklah kayak orang kaya baru (mengingat pasport gue baru balik 2 halaman :p). 3 . Pasang tampang bodoh, konon orang Jerman suka adu ...

Agar kamu Saling Mengenal...

Layar monitor di depan gue menerangkan bahwa pesawat ini akan landing kurang dari 1 jam ke depan, dari jendela udah bisa dilihat pemandangan negara Jerman di luar batas kota dengan pabrik2 dan beberapa ranch/ peternakan nya, sumpah gue saat itu gugup abis. Gue takut kejadiannya kayak di singapur dulu, waktu masuk imigrasian dan di tanya macam2, klo di Singapur masih mending klo di tolak masuk tapi klo di Jerman? Masa gue harus balik lagi naik pesawat dan terbang 12 jam kembali? Oouugh! Membayangkannya saja gue harus menelan ludah beberapa kali. Beberapa penumpang yang ada disana tampak sumringah, kesenengan akan mendarat. Gue masih juga belum berenti keringat dingin. Tepat jam 7 pagi, pesawat mendarat gerbang pintu pesawat udah dibuka, beberapa penumpang udah turun, Dinda dan Alifa si pramugari/a yang ngeliat gue, langsung merangkul dan memeluk gue bersahabat. Seolah memberikan motivasi. Serrrr! Udara dingin 10 derajat celcius menyambut gue yang lansung bersedekap tangan gigil. Begitu ...