Semester akhir nanti, tidaklah segairah waktu awal2 nya, karena semester ini adalah semester akhir kami, yang berarti perpisahan. Saya berjalan merenung di koridor kampus, banyak hal yang harus diselesaikan saat itu, di depan perpustakaan saya melihat Julls keluar, segera saya hampiri, menyentuh lembut pundaknya. Ia nya hanya menatap lalu, melanjutkan langkahnya namun tetap mensejajari langkah kaki saya. “Masih marah?” tanya saya Julls diam mematung, hanya angin semilir yang meningkahi diam emas nya “Kalo saya ada salah, ngomong dong!, mang nya saya paranormal bisa nebak alasan seminggu terakhir ini kamu bawaan nya manyun terus, ngambek ga jelas!” Julls berhenti, menarik napas nya dalam. “Kamu kenapa gak mau ngelanjutin internship ke Inggris? Saya kan udah jamin kamu bakal dapet internship disana!” Giliran saya yang narik napas dalam, sekalipun saya penggemar tim sepak bola Liverpol, belum tentu bisa merubah banyak hal yang sudah saya rencanakan. “Udah berapa kali sih saya...