Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2008

Dan kita hanya menangis dalam sesak

Sudah dari tadi malam saya mempersiapkan segalanya, pergi ke Zuthpen menemui sahabat saya. Nama gadis itu Nike, gadis blasteran, nyokapnya orang Bogor, dan Bapaknya orang Belanda, selepas SMU dia memutuskan buat ikut Ayahnya setelah dari kecil dia ikut Ibunya. Saya naik kereta ke Zuthpen dengan satu kali transit buat ganti kereta, dalam perjalanan saya masih ingat Bagaimana hubungan akrab kami dulu, saya yang selepas dari SMU di Banjarmasin trus melanjutkan Bimbel untuk UMPTN dan bertemu dia disana, di Bogor. Hingga jadi temen main, rekan curhat, ampe lari pagi tiap minggu di lapangan sempur. Kadang saya juga sering main ke rumahnya dimana dia tinggal cuma sama Ibunya aja. Gak heran selepas dia pergi pun saya masih sering main, nemenin Ibunya yang tinggal sendiri. Sampe di Zuthpen udah pukul 4 sore, saya berjalan keluar stasiun menyusuri Jalan berbata dan kota2 tua. Yang saya lakukan adalah menuju rumahnya yang menurut informasi dari Anne, bisa saya cari tanpa harus berjalan jauh. Samp...

Nasi makanan paling enak sedunia!!!

Sudah semenjak 10 harian ini saya gak makan nasi, tiap hari makannya roti, keju kalo gak pasta. Bah bosannya, tapi apa daya sudah nebeng di tempat orang masa sih harus minta di bikinin nasi, mau beli di restoran Chinese gak punya uang, saya selama hidup ini nyaris tiada hari yang terlewat tanpa nasi. Makanya gak heran suatu hari ketika saya kerja, kepala ini bawaan nya pusing trus, perut mual. Saya ijin pura2 mau buang hajat, dan akhirnya di toilet saya muntah sejadinya. Segala pasta dan roti serta keju keluar semua, saya lemas bukan main, tersandar di pintu toilet dan hanya bisa meratapi nasib, walau di kasih 50 hamburger juga saya akan tetap memilih sebungkus nasi sekarang. Ooh Tuhan beri saya sesuap nasi!. Begitulah, sulit bagi saya harus beradaptasi dengan makan2 an Eropa, boro-boro mau balas dendam ngebalap orang2 Belanda pake sepeda, untuk meredakan pening di kepala saja, saya harus berhenti sejenak. Ada tempat yang menarik di tempat saya biasa berhenti sepulang kerja, namanya s...

a Pathetic worker!

Jam setengah 7 alarm berbunyi, saya terbangun buru-buru masuk kamar mandi showeran air panas sambil membuka mulut meminum air yang ke luar dari shower. FYI air disini udah bisa diminum langsung dari keran nya. Di dapur saya ngeliat bekal roti yang disiapkan untuk saya bawa buat makan siang nanti. Buru2 saya mengeluarkan sepeda dari garasi rumah dengan memakai sendal gunung dan sweater Fila, saya gak boleh terlambat di hari pertama saya masuk kerja. Dan asal tau saja pagi itu adalah pagi terdingin yang pernah saya rasakan, saya mengayuh sepeda saya cepat biar badan panas. Beberapa menit saya sudah merasa jemari kaki saya beku, paha keram, sesak napas pula. Maklum gak terbiasa, andai sepeda motor shogun di kampung saya di bawa kesini ceritanya bakal lain :p Perjalanan 20 KM melewati 3 kali jembatan tinggi yang memerlukan tenaga dan kesabaran exstra di tambah pula kebingungan saya dengan cara orang Belanda bersepeda, bagaimana mereka bisa bersepeda secepat itu dengan sedikit kayuhan? Ambi...

Over Act Kei

Kali ini saya tinggal di kota Amersfoort, di tempat Mr. Wall keluarga, dengan dua anak lelakinya yang pertama berumur 4 tahun dan satunya lagi masih bayi 3 bulanan, salah satu tanggung jawab moral yang saya lakoni tinggal di rumahnya adalah menjadi Baby Sitter ke dua anak mereka, FYI anak pertama mereka yang bernama Kei (sebut saja demikian) benar2 bandelnya minta ampun, saya menyebutnya Buas. Bagaimana tidak hobby nya ngeberantakin rumah (saya yang harus membereskannya pada akhirnya), atau main pistol2 an air (jangan ditanya siapa yang jadi sasaran tembaknya), yang lebih parah pas kalo di ajak main di taman khusus anak2 bermain, dimana dia bisa bertemu dengan anak2 sebaya nya. Hal terakhir ini yang paling saya takutkan. What the... Ada pengalaman buruk? Iya buruk sekali. Hiihhhh membayangkan nya saja saya sampai merinding. Begini ceritanya; waktu itu ketika Kei asyik bermain bersama anak sebayanya, entah siapa yang memulai (saat itu saya asyik nulis diary saya) Kei tiba2 berkelahi den...

Glances

Lama Hiatus akhirnya saya punya waktu untuk nulis juga, maap bagi yang sudah meninggalkan pesan atau e-mail. lega rasanya kembali ke dunia pem Blogger an :D Sedikit merekam dengan cepat apa-apa yang telah terjadi pasca hari ke dua kedatangan saya ke Eropa setelah sebelumnya kesulitan finansial. Akhirnya uang 250 euro hasil transferan dari Western Union sudah di tangan (gak nyangka lumayan juga nih dikirimnya :p) Darah petualangan saya mendidih, ketika menaiki kereta metro yang membawa saya ke Frankfurt kota sekitar jam 8 pagi. Bisa di bayangkan betapa menyenangkan dan bergairahnya saya saat itu, hari yang dinantikan tiba membaur langsung di tengah kebudayaan asing, kebudayaan baru bagi saya. Sesampainya di tengah kota frankfurt, saya menghabiskan waktu sejenak berjalan di tengah tingginya gedung pencakar langit, duduk di jembatan menjuntaikan kaki yang mengalir di bawahnya sungai yang membelah, merasakan sejuk dan membaui udaranya. Hanya sejenak menikmati Frankfurt berikutnya saya suda...