Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2008

Annecy, My precious moment

Kali ini saya sudah berada di rumah salah satu pejabat PBB, jabatannya boleh dibilang mentereng di Uni eropa ini. FYI mereka ini bukan dari keluarga sembarangan, mereka ini ada kaitan keluarga sama kerajaan Monaco, jadi gak heran kalo rumah tempat kami menginap ini megah sekali, dengan barisan mobil2 mewah terparkir di garasi. Jadilah acara makan siang kami diadakan di kebun, dengan meja berderet panjang dan beberapa botolan wine di ember alumunium, dan panganan yang mengundang selera. Baru kali ini saya di jamu sedemikian mewah nya. Adalah Agatha putri tunggal dari keluarga bangsawan tersebut yang saya kenal sebagai anak yang jauh dari tipikal manja padahal dia putri tunggal anak berada, perempuan berusia 23 tahun ini baru saja menyelesaikan kuliahnya di Harvard, dan bersiap kembali mengambil master nya entah dimana. Gak heran dari pertama kenal acapkali anak ini menjajal kemampuan pengetahuan saya dan segala macamnya. Kamar yang sekarang saya tempati pun bisa dibilang puluhan kali le...

Untitled ('cause confused how to describe all)

Sejatinya menjadi volunteer itu bukanlah sebuah pekerjaan namun itulah kewajiban, kita menyumbangkan sesuatu untuk kemaslahatan umat. Memberikan sumbangsih kita terhadap dunia, menunjukkan kepedulian kita akan ketimpangan yang terjadi, pada ketertindasan, pada penderitaan perang, pada hak2 manusia yang dirampas dan terampas, dan untuk melihat segalanya ke depan untuk generasi berikutnya, pada ibu bumi yang sudah tua. Kawan, Jangan remehkan satu aksi kecil sekalipun, walau itu hanya mengembalikan anak burung yang jatuh dari sangkar di atas pohon pinus. Sesungguhnya bagi keyakinan saya tidak ada yang tidak diketahui Nya walau sehelai daun yang jatuh dari pohonnya. (pada speech time, sehari sebelum keberangkatan ke Swiss) Saya berangkat pada pukul 5 pagi bersama Marion, dan Jason. Marion sudah 2 tahun ini berkerja di PBB, di Jenewa tepatnya. Acara yang berlangsung hanya seminggu ini akan di isi dengan berbagai kegiatan, bertemu remaja seusia, bertukar pendapat dan melakukan aksi sosial be...

Over All

Result 1 Pertama kali ketika anda berkunjung ke Blog saya sebelum postingan ini mungkin yang terpikir adalah blog ini yang punya pasti tidak kreatif, lantaran template blog nya ga keren, akhirnya demi menyesuaikan tampang saya, di buatlah Lay out blog yang super keren. Yang di buat oleh keluarga Jauh saya, Mbak Widie, si Abah dan si kecil Akbar . Terima kasih banyak, Merci beacoup!. Blog ini keren betul, saya jadi tambah semangat ngeblog sekarang! :D Kembali ke Jurnal perjalanan saya, hari itu di kelas bahasa saya duduk bersama Ling dan Julls. Saya hanyut dalam percakapan riang, pantas saja gak bisa2 berbahasa Perancis nya, wong tiap pelajaran selalu ngerumpi. “Eh gimana tes volunteer nya?” tanya Julls “Hmm..gak usah di tanyain Julls, dia mah cuma iseng, kemampuannya sebagai volunteer PBB di bawah rata2” Ling mengumbar pesimistis. “Yaah namanya juga usaha, siapa tau!” “Iya kalo gak di coba mana tau ya Rei?” Julls membela, di sambut sikutan Ling bersahabat. Saya mengulum senyum, Jujur s...

Akan saya beritahu pada anda

Sebenernya saya agak sungkan juga menceritakan pengalaman di kamar saya itu, saat semua orang yang disayangi ngumpul semua di sana. Karena setelah kejadian di postingan terakhir itu, ada banyak hal yang bikin saya pribadi dan mungkin yang baca geleng2 kepala. Betapa tidak selepas acara main X-Box. Tiba2 Ling mempunyai ide konyol yang bagi saya melanggar privasi seseorang, tapi lagi2 siapa yang bisa menolak ajakan dari nya? Ini permainan emang western banget namun tak jarang juga saya menjumpai teman2 di indo melakukannya, tapi masih dalam bentuk yang wajar, tapi ini kan di Eropa. Nama permainannya “Truth or Dare”, sejenis permainan dengan botol yang di putar jika kepala botol menunjuk seseorang, maka ia harus menjawab jujur pertanyaan dari si pemutar botol atau melakukan tantangan yang di ajukan. Ada catatan khusus juga bahwa jika sudah melakukan truth sampe 3 kali maka pilihan dare adalah wajib bagi yang tertunjuk. *Sigh* Jadilah permainan penuh pelanggaran privasi itu dimainkan, lima...

Dilema

Selepas dari kelas, hari itu di koridor kampus saya melihat pengumuman tentang recruitmen volunteer muda dari organisasi besar United Nation (PBB), tertarik sebenarnya mengingat program acara tersebut hanya sekedar gathering dan ada pelayanan hosting dari berbagai negara yang dimana dalam daftar nya saya melihat negara yang akan di kunjungi salah satu opsi nya adalah negara prestisus di Barat Eropa, Swiss (markas ke dua PBB terletak disana). Lumayan kan kalo bisa Approve bisa keliling negara eropa lain dibiayain pula. Tertarik banget, Apply sajalah, siapa tau dapet :) Matahari yang kembali bersinar Dalam perjalanan di kereta menuju St. Ettiene, pulang ke rumah. Saya tidak sendiri tidak juga bersama Coline, karena dia masih ada kelas sampe Sore, jadi saya pulang ke rumah dengan Ling alasannya dia pengen kenal keluarga asuh saya, dan pengen ke Ranch kuda di st. ettiene, padahal saya tau dia sih niatnya pengen ketemu sama Anne, gadis Belanda yang emang udah 2 hari ini nginep di tempat ...

Merah mudanya senja dan matahari yang hilang

Andrei: Kita memang harus pulang sekarang Julls Julls: Tapi kamu bilang kan kemaren terserah kapan saja aku mau pulangnya?, iya kan? Andrei : Iya emang bener, tapi... Julls: Kenapa? Kedatangan tamu Istimewa kah? Andrei: Iya! Julls: Sudah saya duga, pacar kamu ya? Andrei: ........... (mencari kalimat bijak) Julls: ya sudah, terserah deh, kita pulang! (memotong tanpa ampun) Saya hanya bisa menahan malu, di liatin Mith sama Aurore, (makanya saya bisa dapetin foto di atas, ini Mith yg ambil) Sebelum pulang kita foto session dulu sama tuan rumah, seraya memeluk bersahabat. Dua hari yang menyenangkan! Saya dan Julls benar2 bersyukur bertemu mereka, melewati keseharian yang nyaman dan menyenangkan. Nanti kalo ada umur panjang saya pasti akan main kesini lagi. Ke kota kecil yang bersahabat. Merci beaucoup Tours, Au revoir! Asal kamu tahu saja Di dalam kereta wajah Julls meranggut gak jelas, bikin suasana gak enak. “Julls, pulang ini mau ngapain? Banyak tugas kampus di jurusan mu?” Hening gak...

Sight Seeing Tours

Prolog: Hari ini demam sudah mendingan, dah bisa cecengiran lagi, walau body masih rada lemes, tapi ke inginan nulis Blog kuat betul, soalnya banyak sekali yang harus diceritakan. makanya saya ngebut dikit nih nulisnya, Btw. Terima kasih doa dan dukungan nya buat kesembuhan saya, ternyata Doa lebih ampuh dari Obat ;). saya mulai saja... Hari kedua di kota Tours, saya dan Julls berencana mengelilingi kota tersebut, kota ini boleh dibilang kota yang tenang, masyarakatnya hidup santai, kami kali ini berencana menuju sebuah Cathedral besar bernama St. Gatien yang terletak di pusat kota , Julls ingin sekali pergi kesana, jadilah kali ini dengan mengandalkan peta buatan tangan Aurore, kami memulai pencarian (kesannya udah kayak treasure hunt kita), sesekali dalam perjalanan kami berhenti sejenak ketika melihat anak2 TK lagi asyik menyanyi di iringi piano dari seseorang wanita tua disebuah bangunan sekolah. Kami sejenak mengamati dari jendela, mendengarkan nyanyian merdu dan alunan klasik pi...

Enak nya dikasih judul apa ya?

Wiken saat itu sudah dimulai dari hari kamis sampe Minggu, saya gak punya rencana mau kemana, makanya saya menanyakan Ling, dan ia nya begitu saya tanya hanya menatap saya serius. “Lo kenapa gak gunain waktu ini buat jalan berdua ama Julls?” “Hmm..bener juga, kamu juga pasti punya acara sama Eduardo kan?” Ling menggeleng, “Hmm belum kepikiran juga sih”. Sejenak kemudian Ling berbinar setelah sedikit berpikir “Gimana kalo kita Jalan2 ke kota Annecy? Kota itu denger2 indah Rei!” “Annecy?” Ling mengangguk semangat seraya merangkul pundak, saya menatap Ling dari jarak dekat “Kita? Terus Julls?” Ling melepas rangkulan saya, “Eh iya ya, kmu kan mau berduaan ama Julls..” Ling menyunggingkan senyumnya. Dan bersiap menjauh... “Ya udah gak apa2 kita aja pergi berdua?” saya buru2 memegang tangannya Ling berbalik, kita lama bertatap. Saya melepas tangannya, dan tersenyum masam “Kamu bener, mungkin wiken ini gue akan ngajak Julls jalan” Ling senyum seraya mengacak rambut saya, “Nahh gitu dong, yang...