Thursday, March 27, 2008

Annecy, My precious moment

Andrei B.
Kali ini saya sudah berada di rumah salah satu pejabat PBB, jabatannya boleh dibilang mentereng di Uni eropa ini. FYI mereka ini bukan dari keluarga sembarangan, mereka ini ada kaitan keluarga sama kerajaan Monaco, jadi gak heran kalo rumah tempat kami menginap ini megah sekali, dengan barisan mobil2 mewah terparkir di garasi. Jadilah acara makan siang kami diadakan di kebun, dengan meja berderet panjang dan beberapa botolan wine di ember alumunium, dan panganan yang mengundang selera. Baru kali ini saya di jamu sedemikian mewah nya.

Adalah Agatha putri tunggal dari keluarga bangsawan tersebut yang saya kenal sebagai anak yang jauh dari tipikal manja padahal dia putri tunggal anak berada, perempuan berusia 23 tahun ini baru saja menyelesaikan kuliahnya di Harvard, dan bersiap kembali mengambil master nya entah dimana. Gak heran dari pertama kenal acapkali anak ini menjajal kemampuan pengetahuan saya dan segala macamnya.

Kamar yang sekarang saya tempati pun bisa dibilang puluhan kali lebih gede dari kamar saya di St. Ettiene, dengan balkoni yang langsung menghadap pegunungan Chamonix. Sumpah ini adalah perjalanan saya paling luxury, Aaah andai kamera video yang saya pegang ini sudah bisa saya transfer, akan saya taruh di U-Tube supaya kalian semua pada lihat bagaimana mewah nya tempat tinggal saya sekarang dan bagaimana Indahnya pemandangan Annecy.

Siang menjelang sore itu, Agatha mengajak saya pergi untuk jalan2 menikmati indahnya kota Annecy, kita bertiga, saya, Agatha dan Marion pergi mengelilingi kota Annecy, pertama2 saya di ajak ke bukit Annecy tempat dimana saya bisa melihat orang paragliding dan menikmati kota Annecy dengan danau indah di tengahnya.

Dalam perjalanan ke atas bukit, kami juga memberi tumpangan pada paraglider dari Amrik untuk di antar sampai puncak. Yang bikin saya kaget dia mampu berbicara bahasa Indonesia, katanya pernah tinggal di Bandung setahun dan sering paragliding di Puncak. Wuaah seneng sekali rasanya bisa ngomong bahasa Indonesia saat itu. Mengagumkan di kota antah berantah ini saya ketemu orang yang bisa berbahasa Indonesia.

Sesampainya di puncak bukit Annecy, pemandangan benar2 menakjubkan, saya bisa melihat kota indah itu dari atas, melihat bagaimana kemilaunya Lac d’annecy, dan langit biru yang di penuhi orang berparagliding. Saya lalu berfoto bersama Marion, sayang kita tidak bisa lama2 disini, karena ternyata Agatha memiliki banyak rencana untuk saya.




Setelah itu kami menuju ke dermaga, dalam perjalanannya saya menikmati Indahnya rumah2 peristirahatan mewah di tepian danau. Menikmati senyuman ramah orang2 menyambut musim semi. Sesampainya di sana, ternyata keluarga Agatha lah yang memiliki dermaga tersebut, jadilah kami sekarang menaiki Boat keluarga nya, mengelilingi Lac d’Annecy menikmati ke indahan dengan air nya yang sangat jernih, sampai2 saya bisa melihat ikan2 yang bermain di bawah sana. Bayangkan saya menikmati keindahan semua ini dengan kemewahan kelas atas. Serasa jadi Milyuner!



Kiri: Foto Agatha,
Atas: Milyuner baru :p


Boat kami berhenti dan mengapung damai di tepian sebuah lembah yang indah, dan Agatha menyetel lagu2 pop melow di deck boat mengantarkan perasaan tenang nan nyaman. Saya duduk di mulut boat, menjuntaikan kaki saya menikmati air yang dingin, seraya merasakan semilir angin dan alunan lagu syahdu dengan burung2 yang terbang rendah sambil menikmati cemilan kentang Lays dan coke di deck boat. What a wonderful life!

Tuhan terima kasih! Walau saya jauh dari orang2 yang saya cintai, tapi saya merasa dekat sekali dengan Mu, sesungguhnya inilah moment terindah dalam traveling saya.

Byur!!! Badan saya langsung basah kuyup, kuping dan mulut kemasukan air, begitu tiba2 Agatha mendorong saya ke danau!, basah semua! Dan Marion cuma bisa ketawa geli, berikutnya Agatha sudah berdiri di lambung boat, melepas pakaiannya, dan dengan baju bikininya ia sudah melompat bak atlet renang menyusul saya berenang di danau jernih, dan menyelam bersama ikan2. Sambil menikmati keindahan sore kala!.

Puas berenang, saya menuju ke tepian, merebahkan diri di pasir putih, meresapi perasaan yang sulit di katakan. Iseng2 saya melantunkan lagu lawas milik Ebiet G. Ade, “Nyanyian Rindu”

……Bila saja kau ada di sampingku, sama2 arungi danau biru, bila malam mata enggan terpejam berbincang tentang bulan merah. Hohoho Dududu…… Coba engkau dengar lagu ini, aku yang tertidur dan tengah bermimpi, langit2 kamar jadi penuh gambar wajah mu yang bening sejuk segar….Kapan lagi kita akan bertemu? Meski hanya sekilas kau tersenyum.. kapan lagi Kita nyanyi bersama? tatapan mu membasuh luka…

Agatha yang kini berada di samping saya, begitu mendengar saya menyanyi, iseng bertanya merusak lamunan saya.

"Lagu siapa sih? Aneh banget deh!"

Saya cuma beranjak pergi menuju Boat yang mengapung di tengah sana, sambil berucap asal

“Itu lagu Back Street Boys yang baru!”

***

Acara berikutnya adalah acara makan malam, kita pergi ke kota tua yang terletak beberapa kilometer dari Lac d’ Annecy, memasuki kota tua atmosfer nya benar2 berbeda. Serasa berada di zaman2 dulu kayak film Joan of Ark!, dari gang2 kecil dan bangunan2 berbata tua yang eksotik. Kami makan malam disana. Berbincang banyak dan mengiyakan Agatha agar datang ke Kalimantan, namun tanpa menjanjikannya pemandangan hutan lebat yang indah. Ironis nian.

Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei