Skip to main content

Ketika aku meninggalkan mu

Semester akhir nanti, tidaklah segairah waktu awal2 nya, karena semester ini adalah semester akhir kami, yang berarti perpisahan. Saya berjalan merenung di koridor kampus, banyak hal yang harus diselesaikan saat itu, di depan perpustakaan saya melihat Julls keluar, segera saya hampiri, menyentuh lembut pundaknya. Ia nya hanya menatap lalu, melanjutkan langkahnya namun tetap mensejajari langkah kaki saya.

“Masih marah?” tanya saya

Julls diam mematung, hanya angin semilir yang meningkahi diam emas nya

“Kalo saya ada salah, ngomong dong!, mang nya saya paranormal bisa nebak alasan seminggu terakhir ini kamu bawaan nya manyun terus, ngambek ga jelas!”

Julls berhenti, menarik napas nya dalam. “Kamu kenapa gak mau ngelanjutin internship ke Inggris? Saya kan udah jamin kamu bakal dapet internship disana!”

Giliran saya yang narik napas dalam, sekalipun saya penggemar tim sepak bola Liverpol, belum tentu bisa merubah banyak hal yang sudah saya rencanakan.

“Udah berapa kali sih saya bilang alasannya!”

Julls melengos sebal, dan langsung menjauh dengan meninggalkan tatapan sinis nya.

****

Dan seminggu berikutnya saya sama sekali gak menemukan Julls, walau teman2 nya bilang melihatnya, Ough! Berarti dia menghindar selama ini!, dan dalam seminggu itu pula saya tak henti2 nya di hantui kebimbangan.

Siang itu, selepas membantu menggarap proyek terakhir Ling. Saya menyempatkan diri lewat ke gedung asrama Julls, berhenti disana beberapa saat, ketika saya berniat pergi pulang ke rumah, dari jauh saya melihat Ling mengisyaratkan sesuatu, kemudian ia bergegas naik ke asrama bertingkat Julls. Ngapain dia?

Selanjutnya di stasiun Lyon, Ling mengedikkan alisnya seraya memperlihatkan hasil jepretannya barusan. Dan ada yang menarik disana, benar dugaan, Julls memang menghindari saya. Sigh! Saya hanya mesem2 liat hasil jepretan foto Ling, terlebih ketika melihat jepretan2 foto yang lain, ada foto saya lagi tidur, lagi ngantuk di kelas, sampai lagi mojok ama Julls (Shit! Balas dendam dia, jadi ikut2an kayak saya! Ngambil foto dan moment orang diam2)


****

Di dalam kamar saya, selepas ngadu main scrabble ama Leonard. Pikiran ini makin berkecamuk, hari2 terakhir di Perancis makin dekat. Dan malam itu di Balcony flat rumah, Coline si sulung yang baru saja menyelesaikan internshipnya di TV Arte, mengangsurkan kopi susu panas untuk saya dan ikut duduk di sofa kulit.

“Lagi ada masalah Rei?”

Saya cuma senyum memaksa

“Masalah Julls?!”

Saya menyambut pertanyaannya dengan diam, Coline menaruh kopi nya dan menatap lekat saya yang masih menerawang.

“Kamu mencintainya?”

Deg!

“Rei…kalo kamu tidak mencintainya lebih baik kamu diam untuk selamanya…, jangan sekalipun kasih harapan, jadinya kamu bimbang seperti ini, jangan pernah merasa siap akan cinta kalo kamu sejatinya gak siap. Lebih baik sekarang kamu lupakan dia, daripada nanti ada yang tersakiti”

Coline meninggalkan saya yang masih diam bahasa.

****

Selanjutnya hari2 saya tidak lagi lewat di depan asrama Julls, saya larut dalam kesibukan tugas akhir. Saya mendapatkan tantangan dari dosen untuk membuat road movie alias film traveling sebagai tugas akhir lantaran hobby saya yang suka jalan. Dan nyesel juga begitu saya mulai mengedit film2 yang pernah saya ambil sewaktu traveling dengan Julls, malah mengingatkan saya pada kebersamaan kami dulu. Oough!

Sewaktu mengedit film di Lab kampus, Ling berkali2 menggoda saya melihat di stock film saya, yang banyak menshoot adegan Julls, sewaktu traveling, sewaktu Julls menggambar, bahkan sampai menyiapkan breakfast. Dan siapa sangka hal yang dilihatnya ini membuat ke isengan nya kumat. Tunggu saja…

****

Kini sudah 2 mingguan saya tidak bertemu Julls, begini lebih baik, benar kata Coline, kalo tidak sanggup lebih baik lupakan.

Dan sore itu Ling mengajak saya ke ruangan Lab. Kampus ada yang ingin ia perlihatkan ke saya. Dan saya langsung shock begitu Ling mencuri data2 film traveling saya dan mengedit semaunya, durasi nya sangat singkat, di film itu ia mengedit film2 traveling dan foto2 di komputer saya, menjadikan film romantis dengan lagu zaman dulu, menguatkan kesan romantisme, dengan gaya editan warna khas tahun 50 an. (walau ia masih amatiran ngedit, tapi cukup bagus juga) Tapi maksudnya dia buat ginian, buat apaan nih?

Ling melihat jam nya, ia nya tampak cemas lalu mengajak saya ke stasiun Lyon, Ling tampak membawa ransel, mau kemana si Ling?!

Sesampainya di stasiun, saya di suruh membawakan Ransel yang gak ada isinya terus di suruh berdiri di loket. Ia nya malah menyembunyikan diri dari kejauhan dan sejenak kemudian HP di tangan saya berbunyi, Ling menelpon.

“Maksud lo apaan sih? Saya celingak-celinguk nyari Ling yang menghilang, entah menelpon darimana.

“Rei denger ya, Film pendek yang barusan lo liat itu, gw kasih ke Julls atas nama lo pembuatnya, dan gw juga bilang ke dia, kalo hari ini kamu akan pulang ke Indonesia, meninggalkannya, meminta maap pada nya karena membuat nya menghindar dari lo!, dan mengucapkan terima kasih atas semua yang sudah terjadi”

“WHATT!!!!!!!!!!!!!” saya langsung sport jantung!

“Ling! Lo pikir kehidupan gw ini seperti cerita2 film yang bisa lo atur semau lo apa?! Gw juga punya privasi, begitu juga Julls! Apapun keputusan gw, lo ngapain ikut campur!!!, lo sinting!”

“Kalian harus ngomong Rei!”

Klik! Buru2 saya matikan HP, saya emosi sekali saat itu!, lagipula… saya menatap sekitar, Yaah Julls pun juga menyepakati hal ini, jika kami memang tidak perlu lagi bertemu untuk sesuatu yang mustahil akan terjadi.

Saya berbalik seraya membenarkan ransel kosong di bahu, ketika saya berbalik beberapa meter di dihadapan saya seseorang gadis dengan napas memburunya langsung berhenti di depan saya, Ada Julls 30 meter di depan saya diantara lalu lalang para penumpang kereta api.

“Julss…” Saya mati kata mendekatinya, melihat peluhnya yang memenuhi wajahnya dan ekspresi pilunya.

“Ka..kamu mau kemana Rei…” Julls memandang saya dengan mata berkaca2

“Aaaa…” Saya kehabisan kata, terlebih melihatnya datang ke stasiun ini dengan membawa ransel miliknya.

“Kamu..kamu jahat Rei, pergi gitu aja!, saya…”

Hanya hening yang menyelimuti, saya gugup bukan main dengan apa yang ia lakukan.

“Apa salah saya Rei…, apa salah saya?” Kali ini Julls menangis

“Bilang apa salah saya, sampai kamu ninggalin saya gini?!” Julls terduduk menutup wajahnya yang banjir air mata.

Saya hanya diam membisu, demi Tuhan saya sendiri juga tidak tau akan seperti ini jadinya. Saya mendekati Julls, menunduk, mencoba merasakan sakit hatinya.

“Bilang sesuatu Rei..” kali ini mata Julls yang basah menatap saya. Dari jauh Ling menatap sesal.

Diantara lalu lalang penumpang kereta api, senja yang menguning, dan angin yang berhembus, serta kenangan masa lalu yang merayap pelan, dari ucapan iseng ku tentang Jet ‘Aime padamu di awal kedekatan kita, sampai jernihnya danau lucerne yang memantulkan wajah kita berdua yang coba kamu photo. Dari semua kenangan yang perlahan mendekat, maaf hari itu saya belum bisa memberimu jawaban, sayangku...

Kita memang harus bicara.

Comments

  1. Ya.... penasaran nie!! Hehehehe.......

    ReplyDelete
  2. waduh! ada2 aja tuh si Ling..
    inih kejadian nya jadi kaya acara 'akhirnya datang juga' di trans tv
    drama satu babak tanpa skenario & penuh kejutan..
    beuh, gw mah bisa jantungan..

    *btw gw di kost an lama suka begadang maen scrabble ampe pagi.. hihi*

    ReplyDelete
  3. Satu kata ndrei:KEREN! Walau nama kita mirip,tp kemampuan berceritaku kalah jauh ama km..Aku masih harus belajar banyak nih..Ditunggu kisah selanjutnya. ^^

    ReplyDelete
  4. wah mas makin menarik aja nih kisahnya...kalo di jadiin novel kayaknya bagus lho :)

    ReplyDelete
  5. duh om.. nonton videonya terharu lho.. bener2 kaya nonton film romantis.. yg lagi terkenang gitu.. trus gimana kelanjutannya nih..? bikin penasaran aja.. hehehe

    ReplyDelete
  6. Hiks... Julls udah jatuh hati sama kamu, Drei..:)
    Videonya mesti katanya dibuat 'amatiran' tapi hasilnya bagus banget. Apalagi lagu yang melatarbelakanginya. Aku suka banget dengarnya :).

    Aku tunggu cerita kelanjutannya ya...

    ReplyDelete
  7. memang harus bicara...kalau diem aja rasanya di masa dpan nanti pasti kaya ada sesuatu yang ga tuntas...ndrei, cinta ga sama dia? dengan gadis kota hujan gimana?

    ReplyDelete
  8. Ya ampyun, Ling itu ada2 aja ya... tapi dia perhatian banget sama hubungan kalian berdua Drei...
    Julls cantik banget di film2 itu...
    Ayo Drei, ngomong dong, jangan sampai kisah cinta kamu lewat begitu aja kaya cinta pertama kamu. Itu kan sama gara2 kamu gak berani ngomong? Jangan diulang lagi kesalahan masa lalu... Ayo kamu pasti bisa!!!

    ReplyDelete
  9. mama ben:

    duh rey...hiks...pengen nangis, srasa ngalamin sendiri rasa sakitnya si juls....

    kamu cinta ma dia gag si rey?
    be honest with yourself....

    ahh ga sabar nunggu crita selanjutnya

    ReplyDelete
  10. aduh sial, kenapa lo jadi bikin gue mau nangis ginih rei! ^^

    ReplyDelete
  11. Jujurlah pada diri sendiri,.. seblum membunuhmu,.. hehehehe slam bro,.. semangat selalu

    ReplyDelete
  12. hiks, sedihnya Julls berasa nusuk ke hatiku.

    Rei, iya iya engga engga deh. Kesian Julls.. mencintai kan memang tak harus memiliki, tapi kejujuran itu PENTING :) Soal jadi-ngga jadi semua udah diatur ama Yang Punya Jagad Raya ini.

    "kalo tidak sanggup lebih baik lupakan" -- tidak sanggup apa nih? berpisah kahkalau emang udah jodoh, biar kata dibawa ke kampung juga..YAKIN, Julls pasti ngikut. heuheuheuhe

    c'mon jangan kelamaan hehe..

    ReplyDelete
  13. NDAK TRIMA!! HARUS BICARA!! MEMANG HARUS BICARA!!!!

    ReplyDelete
  14. hiks... koq setelah baca ini gw jadi mellow ya bro...


    btw, baru sekali ini liat video julls.. tyt dia bisa jalan juga..

    ReplyDelete
  15. udah bicara blom sih?? bicara drei..bicara..kekekk..:p

    ReplyDelete
  16. wadduuuuuuhhh sediihhh bangeetttt seeee!!!!!!
    kesian bener Julls yaaa dia emang dlm posisi yg serba ngga enak perasaannya seperti kamu gantung dre!!!!!! teganya oh teganyaaa....

    Semoga berakhir menyenangkan dan happy ending yaaaa jgn berakhir dg tangis dong paling ngga suka euy liat ada yg sedih2 ngga serrrruuuuu hihi...

    Dre, plizzzz kasih dia jawaban yg menyenangkan yaaa....??? hiks jd sedih pengen nangis jg nehhhh....
    aku benci perpisahaaaannnnnn!!!!!!

    ReplyDelete
  17. haduuuu
    kasian julls kan rei..
    huhu
    sedih nih..
    lanjut dong.

    ReplyDelete
  18. usyet Rei nih hati gw jadi ikutan deg2an! Kayak baca novel2 romantis hehehe

    Ayo tembak aja! "Je t'aime tres fort Julls!". Peluk dia, ga masalah ini Prancis, tempat yang tepat untuk romantia2an hehehe

    Setelah itu ajak dia ke puncak Eiffel Rei.

    ReplyDelete
  19. wah,bro.ikuti aja kata hati.kalo memang rasanya lemah letih lesu kalo ngga ketemu jules, itu artinya kamu betul2 jatuh cintrong sama jules. soal perbedaan budaya sama tempat tinggal itu belakangan.yang penting adalh ketegasan, mumpung belum ada yang punya.omong2,selain perbedaan budaya dan lokasi, apa ada penyebab lain?(halaah!!kayak insert investigasi ajah...hehehe)

    ReplyDelete
  20. Wei, Rei, kok endingnya bikin penasaran gitu sih....kira2 yang dibicarakan apa yah???? Hmmmm, can't wait to read your next story...hehehe

    ReplyDelete
  21. gw suka video nya Ndrei, bilangin ama Ling --> GREAT JOB.

    kalo gw jadi Julls dan terima video itu juga bakal terkiwir-kiwir.

    Udah lah, mantabin dulu hati kamu baru putuskan apa yang sesuai dengan kata hati. Karena ini semua tentang perasaan, jangan putuskan pakai otak.

    Tidak semua orang melakukan apa yang dikatakan.
    Tidak semua orang mengatakan apa yang dipikirkan.

    Kamu yang mana Ndrei?

    ReplyDelete
  22. ckckckc..romantis banget euy..kayak di film Pearl Harbour dimana yang cowok (ben afflect) naik kereta trs dikejar2 kate winstlet tapi versinya beda ya..beda dikit yang jelas bener2 romantis:)...heheh..
    ling iseng amat ya..coba video bikinan link di upload di YOUTOUBE bisa gak?aku pengen liat:D

    ReplyDelete
  23. huahaha,,,
    tapi emang kaya' di film2 sih ndrei..
    jadi endingnya gimana nih??
    tetep ga bilang ma julls?
    hehe..
    ayolahh,, ndrei..
    masa ling yang harus bilang,wakakak

    ReplyDelete
  24. arrrggghhhh!!!!!!!!!!

    bang rei!!!!!!!!!!!!!!!!!

    lanjutannya mana!!!!!!!????

    bikin penasaran aja!!!!

    pokoknya gak pake lama!!!!!hehe

    ReplyDelete
  25. ndrei,,,videonya....
    baguuus....

    aphied pikir crt2 ky gini cm ada d film2 doank,,ternyata....
    hua....

    ayolah ndrei,,jullsnjg butuh kepastian..

    ditunggu kisah selanjutnya ndrei,,,

    ReplyDelete
  26. mungkin saranku cuma ini rei..

    "Mencintai bukanlah bagaimana kamu melupakan,

    melainkan bagaimana kamu memaafkan.

    Bukan bagaimana kamu mendengarkan,

    melainkan bagaimana kamu mengerti.

    Bukan apa yang kamu lihat,

    melainkan apa yang kamu rasakan.
    "

    ReplyDelete
  27. wooowww...

    so romantic...

    apapun keputusanmu bang...jangan sampai membuatmu menyesal nantinya...

    jadi..dipikir yang bener2 yaaaakk..

    chayoo !!

    ReplyDelete
  28. Nah lo.. nah lo... anak orang dibikin nangis gitu deh sama si andrei.. Tanggung jawab tuuh,hehe :)

    Ya udah lah ndrei, apa susahnya bilang 'jet aime' lagi dengan sebenar-benarnya? ;)

    ReplyDelete
  29. aduuuuh.. saya kayak baca novel.. huhuhu..

    ditunggu kelanjutannya..

    ReplyDelete
  30. haduuhhh... makin ga ngerti deh, saya..
    andrei sebenernya mo apa sihh??? buruan lanjutin postingnya..
    awas kalo pake sad ending..

    (lohh,lohh,, ko jadi maksa)

    ya iya lahh.. penasaran ndrei,, kenapa ga bilang sih sama julls..

    (lohh,lohh,,jadi emosi)

    ayoo,, ndrei.. lanjutkan perjuanganmu.. (lohh,lohh, ga nyambung)..

    ReplyDelete
  31. panjang amat om....

    ntar ya komen benerannya..

    ReplyDelete
  32. keren blognya...
    videonya walo pendek tp dalem juga maknanya...kaya di pilem2 romance..hehe

    two.thumbs.up.

    ReplyDelete
  33. Romantis euy...jadi pengen tau endingnya :-D

    ReplyDelete
  34. wuaaaahhh sedih aku bacanya.... duhhh rei, jangan bikin Julls nangis donk.... entar kan Julls dah ga cantik lage... :)

    ReplyDelete
  35. wah..keren..buat jadi cerita bersambung aja yak...

    ReplyDelete

Post a Comment

Baca dulu baru komentar, ok? :)