Skip to main content

Memiliki akhir...

Akhirnya hari itu datang juga,
saat dimana saya harus tetap menegakkan kepala
walau air mata tidak kunjung berhenti mengalir,
inilah periode berat dalam hidup saya.

Di hari itu, saya seolah kembali masa lalu, seolah si gadis kota hujan berdiri di sudut kota Lyon. ketika sesuatu darinya yang saya temui terpajang di ruang informasi mahasiswa. Surat dari mu F.

Jujur ini adalah hal istimewa yang saya dapati sepanjang kehidupan saya di negara yang jauuh sekali darimu. Dengan perasaan yang tidak menentu saya membuka surat dari mu yang masih bersampul biru. Dan perlu waktu cukup lama untuk membaca dan mengerti semua nya. Kabarmu yang sudah mendapati kartu pos yang aku kirim, dan curahan hati mu yang sangat jelas terbaca. Dimulai dari cerita mu beberapa tahun silam, tentang awal kedekatan kita yang tidak biasa, saat aku menemukan dompet mu yang jatuh tak jauh dari tempat mu duduk, dan aku yang langsung mengembalikan padamu dengan kegugupan yang luar biasa karena sebelumnya aku sudah jatuh cinta pada mu pada pandangan pertama. Saat itulah pertama kalinya kita bercakap, dan siapa sangka di surat ini ia mengatakan padaku, bahwa saat itu ia memang sengaja menjatuhkan dompetnya dekat dengan ku, agar kiranya kita tak perlu lagi saling mencuri pandang dari kejauhan. Karena terlalu lama menunggu saat dimana aku berani berbicara padamu.

Dan paragraph suratmu berikutnya tentang kenangan kita, dan hal2 tolol kita.
Kenangan kita saat pergi ke pasar malam dengan karnaval dadakan nya, saat dimana genggaman tangan mu terlepas dan kamu menghilang di keramaian, aku yang kalut mencari mu kesana kemari, karena masa itu HP belum merakyat, sampai aku inisiatif nekat ke atas panggung hiburan untuk bilang ke pembawa acara/MC bahwa aku kehilangan mu, dan aku yang di kerjain MC nya untuk tetep stay di panggung, dan si MC yang memanggilmu dari atas panggung. Dan aku masih ingat bagaimana aku menyumpahi mu dalam hati saat kamu saat itu malah angkat tangan begitu namamu dipanggil dan mau saja tatkala kamu di suruh naik ke atas panggung untuk dipertemukan dengan ku, tidak berpikirkah kau F kalau hal itu bisa jadi tertawaan orang2 yang mulai memenuhi tepian panggung hiburan? Benar saja, di atas panggung itu sang MC menjadikan kita bulan2 an, mengatakan ketidak percayaan nya kalo kita hanya sahabat, malah ia nya mengatakan kalo kita ini pasangan yang kawin lari yang di sambut riuh tertawa orang yang menonton, kita berdua hanya tertunduk malu, lucunya tangan kita saling bergenggaman seperti anak SD yang ketakutan.

Dalam baris2 kalimat itu, aku sejenak berhenti merenung. Karena ada hal manis yang terlewat olehmu, hal yang membuatku teramat menyukaimu saat itu, saat dimana alasan aku pindah ke kota Bogor dan tidak langsung kuliah karena aku harus menjalani terapi kaki ku yang masih berjalan pincang, karena kecelakaan. Bersama dengan mu, juga merupakan proses penyembuhan bagiku, tanpa kamu sadari setiap bersama mu aku berusaha bagaimana berjalan supaya tidak terlihat pincang, melelahkan memang berpura2 berjalan sewajarnya saat sebenarnya kaki ini masih belum terbiasa berjalan sempurna. Sampai di minggu pagi saat kamu menelpon ku untuk datang dengan membawa sepatu, siapa sangka kamu malah mengajakku lari pagi yang aku pikir sebelumnya kamu mau ngajak aku pergi ke kondangan.

Aku masih ingat betapa kalutnya aku ketika kamu mulai mengajakku berlari, Akhirnya aku hanya berlari kecil, itupun terasa sekali pincangnya. Aku hanya berharap kamu tidak menyadarinya, sampai beberapa orang melihat ke anehan ku berlari, sumpah malu sekali rasanya. Sampai kamu membisikkan padaku

“Sakit kah?”

Saya menggeleng, tidak sama sekali. “tapi saya sakit disini”, menunjukkan dada, betapa saya malu saat itu.
kamu memandang saya yang tertunduk malu.

“Terima kasih Rei, kamu mau berkorban buat saya, untuk melewati pagi cerah ini, untuk berlari bersama dengan mengorbankan perasaan malu mu, sungguh saya sangat tersanjung atas hal ini, tidak ada alasan bagi saya mengatakan hal yang sama seperti yang lain, bagiku kamu sesuatu buat saya”

Saat itu saya hanya tertunduk menahan air mata yang jatuh, dulu... ketika kaki saya cidera, saya menyalahkan rencana Tuhan untuk saya, namun ternyata karena hal itulah saya jadi bertemu dengan nya, si gadis kota hujan. Jika sakit itu harus lebih dulu saya rasa untuk mendapatkan moment seperti saat itu, demi Tuhan saya rela berkorban lebih.
Ternyata Tuhan tahu, hanya menunggu.

Dan paragraph suratmu berikutnya tentang perpisahan kita
Tentang perpisahan kita di stasiun kecil, tentang kejadian sendu yang mungkin ketika kita beranjak dewasa, kita akan menertawakan saat itu, saat dimana tangisan mu yang tidak mau aku pergi dan nanar nya mataku pertanda aku pun berat meninggalkan mu, sampai waktu yang kini mendewasakan kita, ternyata sampai saat ini pun entah mengapa kita tidak mampu menertawakan hal bodoh itu. Bahkan mungkin kita sepakat, kita memang harus menangis, karena kamu hanya perlu menamparku hanya untuk menyadarkan, jika kamu membutuhkan ikatan yang bernama cinta dari mulutku yang tak kunjung terucap.

Paragraph surat terakhir mu tentang JAWABAN
Paragraph yang akan mengakhiri segalanya, saat kamu mengatakan bagaimana kegelisahan seorang Ibu yang menginginkan buah hatinya bahagia dalam ikatan suci, Hal yang menyadarkan mu bukan saja tentang usia kita yang beranjak dewasa, tapi juga bahwa manusia itu tidak bisa hidup dari masa lalu, karena ada hal yang harus ditunaikan sebagai seorang manusia, kehidupan duniawi dan akhirat nya, bersama seseorang yang memang ditakdirkan berpasang-pasangan.
Terima kasihmu untuk ku, untuk kenangan masa lalu yang Indah sekaligus Ironi. Serta kalimat akhirmu mu yang menutup surat bersampul biru, yang membuat aku menangis;

Maaf jika aku mendahului mu Rei”, tutup mu di akhir surat.

*

Untuk F, untuk impian mu yang ingin jadi penulis dan ingin memiliki buku sendiri, dari saat itu hingga hari ini, saya belajar menulis untuk mu, untuk mencoba mewujudkan salah satu impian mu.

Mendoakanmu bahagia dan mensyukuri pernah menemukanmu

Comments

  1. pertamaaxxxx...horai horai..

    ReplyDelete
  2. mellow banget postingan ini.tumben.Sow, udah terbit kah buku dari feri januarita?penasaran jadinya.Owh pernah kecelakaan jg sampe pincang,
    aku kecelakaan sampe skr masih sering vertigo.Gimana buku kamu sendiri rei?kapan kelar?kabarin yah.aku jg mendamba banget pengen bikin buku,tapi apa daya status sbg pekerja jd gak
    punya banyak waktu luang buat nulis.ini aja masih bisa posting blog udah mending.mana laptop lagi mati hard disk nya..*lho kok curhat?*

    ReplyDelete
  3. hikz...jadi sedih...
    tetap semangat menulis buku ya,bro?

    ReplyDelete
  4. Wah Drei, indah banget ya kisah pertemuan kamu dengan gadis pujaanmu itu... bener2 seperti nonton film2 drama percintaan. Sayang endingnya gak berakhir bahagia....
    Kamu sepertinya belum bisa melupakan cinta pertama kamu, biarpun dia udah jadi milik orang lain... Moga2 kamu bisa dapet pengganti yang bisa kamu cintai seperti cinta kamu ke dia.

    ReplyDelete
  5. hmmm... setelah baca kelar postingan kali ini, gw pengen bilang kalo "baru kali ini gw tau namanya siapa..." hehehe :) abis selama ini dikenal dengan gadis dari kota hujan hehehe :)

    cheer up! :) akan banyak hari2 indah yang menantimu di depan sana.. :) jadi tegakkan kepala, busungkan dada dan mantapkan langkah tuk menyambut hari2 indah.. duileee..kata2 gw... hehehe :)

    ReplyDelete
  6. TIDAAAAK!! ada yg mendahuluimu mas... huh! saatnya ambil langkah! jng hanya diam ditempat!! jgn sampe tar si julls ngirimi surat ky bgini juga... aq yg nangis aer mata darah tar disini mas... pokoknya tar kalo balik, n singgah ke kl, jullsnya musti kudu dibawa...!! kalo ga, aku kirim lagi mas bali ke paris sana...hehe....

    btw, mana postingannya ttg jd backpacker... hayooo...semangat lagih!!!

    ReplyDelete
  7. sedih . . . tapi gw semakin suka aja ma tulisan loe ndrei, terasa amat sangat mengalir.

    Begitu indah lah, susunan gaya bahasanya, cara kamu menyampaikan ceritanya. I like it.

    trus nulis ya

    ReplyDelete
  8. hwaaa...menyedihkan...:)
    Jangan sampe kejadian lagi tuh ndrei..
    Ayo KATAKAN CINTA..kekekk

    ReplyDelete
  9. Kenangan yg indah walopun berakhir sedih, tapi seru bgt lho drei..kok ada yg cewek yg mau naik panggung utk nemuin yg ngakunya cm sahabat itu waaahh kl aku seh udah maluuu aja bawaannya bingung naruh muka dimana...saluuutt deh sm kenangan kalian itu yg sulit bt dilupakan yaa...

    tapi yah mungkin belum jodoh aja yaa...biarlah kenangan itu sebgai kenangan cinta pertama yg sangat indah...hanya utk disimpan di dlm hati saja *emang dimana2 cinta pertama hanyalah sebuah kenagan jarang sekali yg berakhir di pelaminan* insyaallah km dptkan cinta terakhirmu yg berakhir di pelaminan yaa drei...amiinn

    Udah deh drpd ikut melow...semangat ya drei..km hrs buka lembaran masa depan yg lebih baik, semoga km bs belajar dr pengalaman2 sebelumnya, ngerti kan drei...??

    btw, fotonya dia manisss bgt ...hihi...

    ReplyDelete
  10. huhuhuuuu... hiks-hiks-hiksss...
    *menangis d pojokan..*
    srooottt.. hiksss

    pedih pilu ati gw krn ini critanya gw banget!
    sumpah gw mah ga mau terulang lagi n gw juga ga mao lo pun ngulang kebodohan yg sama..
    *lo tau lah maksud gw..*

    Feri Januarita mirip bgt temen gw..

    ReplyDelete
  11. Feri Januarita nya cantik :-)
    yaaa aku juga dlu pernah hidup dari sebuah masa lalu *aduh padahal baru umur 13 tahun* dan pada akhirnya ak sadar jg kalo hidup dari masa lalu itu... buruk.

    walaupun andrei nya sedih, tapi paling nggak itu jadi kenangan manis kan? buat pengalaman di masa depan.

    duuuh ngomong apa sih gw? :D

    ReplyDelete
  12. hiks...jd berlumuran air mata.

    yg diatas panggung itu romasntis sangat.

    tp kok namanya feri drei??? mantan ku jg namanya feri.. tp sumpah..dia laki2 :P

    ReplyDelete
  13. huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    misi rey aku sedih dulu ya,nanti komen lagi dah....

    ReplyDelete
  14. cantik ya F.... tidak salah jika kamu jatuh cinta pada pandangan pertama, duh melow banget postingan kamu kali ini ya ndrei....ikutan mewek jadinya bunda

    ReplyDelete
  15. Hiks.. sedih banget bacanya.
    Pertemuan dan kenangan kalian lucu banget ya...
    Jangan sedih ya Oom.. Tetap semangat!!
    Oom juga harus bahagia. Kan, ada yang bilang kalau yang kita sayangi bahagia, kita juga ikut bahagia..hi..hi..hi..

    ReplyDelete
  16. makin lama makin terbawa ke perasaan romantisme tiap baca postingannya ini :)

    ReplyDelete
  17. Postingan yang romantis, kisah yang indah... sayangnya berakhir dengan kesedihan.

    Udah lah Ndrei sekarang waktunya kembali ke realita. Jadikan masa lalu sebagai kenangan yang terindah.

    Ayo cepat ikat Julls dengan cinta sebelum terlambat lagi ;)

    ReplyDelete
  18. bro, ternyata dikau romantis juga yak..


    jadi...


    tunggu apa lagi ni?? :-)

    it's time to do something! apalagi setelah namanya udah disebut di blog ini..

    ReplyDelete
  19. hiksssssssssss....mengharu biru nihhhhhh...


    bnr2 yaa..masa lalu yang indah,tapi bgitulah...mgkn memang blm berjodoh yaaa ndrei..

    cwantik bgt yaaa si F.....*ckckckk.....kagum*

    ReplyDelete
  20. Rei, jangan sedih ok... bahagialah karena pernah bertemu dia dan merasakan cinta yg indah. itu sdh cukup kan :D

    ReplyDelete
  21. senyumnya doi kok mirip nike ardilla ya rey hihi...
    pie rey, dah ga sedih lagi kan...
    take a new step yah....
    masa depan membentang....jodoh dari Tuhan....

    good luck for your journey of life and love...

    ReplyDelete
  22. Sambil ada beksongnya yg kangen dewa 19, tambah meleleh!

    ReplyDelete
  23. wah.. itu DIA ya bang?

    ehm..
    ydah, abg jangan sedih lagi..
    lanjut nulisnya..

    wujudkan impiannya..
    seenggaknya abg masih bisa membahagiakannya dengan cara itu..

    ReplyDelete
  24. jangan sedih donk...jadi ikutan neh..semangat ya. Kembali ke....

    ReplyDelete
  25. Feri Januarita? Pasti lahirnya bulan Januari? ... *halah*

    ReplyDelete
  26. hiks...
    tulisannya kali ini sendu...gak ada tulisan 'cuek' nya Rei yang biasa.

    Ya jelas aja, wong kisahnya juga luar biasa kan.

    karena udah dapat jawaban, jadi skrg F diperjelas nih Rei? hehe

    ambil hikmahnya, jangan lakukan kebodohan yang sama. c'mon it's time to move forward

    ReplyDelete
  27. huhu..aku jadi sedih..
    emm,tapi ndrei,kamu beruntung punya kisah seindah itu untuk dikenang.. ;)

    ReplyDelete
  28. wah wah,..yang ini sedih banget neh bro,...yang tabah ya,....cari langsung gantinya,..jgn mau kalah,..hehehehe,..eh dahada gantinya yah'

    ReplyDelete
  29. Om andrei.. Shasa jadi nangis baca kisahnya.. aer matanya banyak banget ky air mata doraemon.. jgn larut dlm kesedihan ya Om.. anggap tante "F" sebagai kenangan dari masa lalu yang indah untuk di kenang...

    ReplyDelete
  30. Kesian lo ndrei....

    Sini, Gw ajak keliling Lyon naek bajaj... melihat-lihat keramaian yang ada...

    Kali ini, Gratis lah... Gapapa dehhh.... itung-itung gw juga lagi libur... hiihihihi...

    ReplyDelete
  31. ihhh... mama ben serem ah...

    kok Nike Ardilla dibawa-bawa...

    ReplyDelete
  32. @mutia&rayga
    Si Andrei lagi muter2 lyon make bemo gw... hihihi..

    Hoi Andrei!!!
    Balikin Bemo gw!!!!

    ReplyDelete
  33. melepaskan itu sebenarnya tidak pernah mudah ya Ndrei, tapi hidup itu berjalan, teman. Kenangan akan hidup selamanya..

    ReplyDelete
  34. duh, judulnya pk kata2 akhir..
    tp ini bukan postingan terakhirkan?
    secara setelah ini koq lama bgt ga posting..
    ayo smangad!

    ReplyDelete
  35. Ndrei... mana postingan barunyaah???
    waduhh... rugi penonton nih..

    kembalikan uang kamiiii!! huhuhu...

    Ndrei... tolong dong gantiin link gw di blogroll lo... blog ituh dah pindah rumah... okeh okeh??? da bageur...

    ReplyDelete
  36. Ternyata Tuhan tahu, tapi menunggu.
    Memang, Allah Yang Maha Tahu, apa yang terbaik untukmu. Walau kadang terasa begitu pilu, pedih, mengecewakan, belakangan baru kita nyadar, itu yang terbaik buat kita.
    JanjiNya, dibalik kesulitan ada kemudahan,
    Tetap semangat ndrei !

    ReplyDelete
  37. Kami mengundang temen-temen semua ke peluncuran buku ini.


    http://gagasmedia.net/index.php?option=com_content&task=view&id=275&Itemid=1
    Book Launch & Book Discussion Ciao Italia!
    Siapa juga yang nggak pengen ngerasain nikmatnya pizza asli Italia? Negara yang satu ini, emang banyak dilirik para turis sebagai salah satu negara yang eksotik dan kental nilai budayanya.

    Tapi... kalo nggak kesampaian datang ke sana, jangan sedih! Karena di launching buku Ciao Italia, kamu bisa merasakan indahnya sensasi negara itu tanpa harus jauh-jauh datang ke sana. Nggak perlu takut dibohongin! Karena penulisnya adalah orang asli Indonesia yang sempat live in di Italia, lho. So, buruan catat agendanya ya!

    Hari/tanggal: Selasa, 17 Juni 2008
    Pukul: 14.00 WIB - selesai
    Tempat: Pusat Kebudayaan Italia, Jl. HOS. Cokroaminoto 117, Menteng, Jakarta Pusat
    Pembicara:
    - Gama Harjono (Penulis Ciao Italia)
    - Bella Saphira (Artis)
    - Filomena Vaccaro (Warga Italia)

    ReplyDelete
  38. banyak sekali yang ninggalin komen hehehe...


    jadi dia nikah tuh ?

    wah...sabar ya..bang...

    suatu saat abang juga pasti akan dan ingin nikah (ya iyaklah) hehehe...

    semangat ! semangat !

    ReplyDelete
  39. wahh...post yang bagus..

    tapi benar2 sedih bacanya bang..

    apalagi di bagian akhir suratnya...

    huhuhu..yang tabah ya!!

    ReplyDelete
  40. artinya gak berjodoh. (*turut sedih utk cinta masa lalumu*)

    ReplyDelete

Post a Comment

Baca dulu baru komentar, ok? :)