Sejatinya menjadi volunteer itu bukanlah sebuah pekerjaan namun itulah kewajiban, kita menyumbangkan sesuatu untuk kemaslahatan umat. Memberikan sumbangsih kita terhadap dunia, menunjukkan kepedulian kita akan ketimpangan yang terjadi, pada ketertindasan, pada penderitaan perang, pada hak2 manusia yang dirampas dan terampas, dan untuk melihat segalanya ke depan untuk generasi berikutnya, pada ibu bumi yang sudah tua. Kawan, Jangan remehkan satu aksi kecil sekalipun, walau itu hanya mengembalikan anak burung yang jatuh dari sangkar di atas pohon pinus. Sesungguhnya bagi keyakinan saya tidak ada yang tidak diketahui Nya walau sehelai daun yang jatuh dari pohonnya.
(pada speech time, sehari sebelum keberangkatan ke Swiss)
Saya berangkat pada pukul 5 pagi bersama Marion, dan Jason. Marion sudah 2 tahun ini berkerja di PBB, di Jenewa tepatnya. Acara yang berlangsung hanya seminggu ini akan di isi dengan berbagai kegiatan, bertemu remaja seusia, bertukar pendapat dan melakukan aksi sosial bersama. Sudah 3 jam saya berada di mobil Van bermerek Volks wagen. Saya benar2 mengantuk sebenarnya, karena kemaren saya banyak melakukan kegiatan. Dari acara jalan bersama Julls, berlanjut menuju pesta malam di atas atap rumah home stay keluarga nya Ling dengan di temani Lilin sembari mengundang beberapa teman sekelas karena saat itu kebetulan week end. Lelah sekali rasanya, pagi tadi Julls membawakan bekal makanan untuk saya, sembari melepas kepergian, sedang Ling seperti biasa ia tidak kuasa bangun pagi2 buta. Ia hanya berpesan untuk membawakan coklat di Swiss nanti. Oouugh! Sahabat macam apa dia!
Dalam perjalanan tidak banyak percakapan, mungkin Jason dan Marion juga agak lelah atau jemu tiap semester nya melakukan perkerjaan yang sama. Mobil menembus perbukitan dan tebing yang terjal di sisi nya. Kita seolah melakukan perjalanan menemukan kota di balik pegunungan, saya membuka jendela kaca, angin sejuk dan bau pepohonan membuat angan saya melambung tinggi, seolah menembus panca2 indera. Ketika matahari mulai mengintip di balik perbukitan, dan mobil berkelok melintasi jembatan dengan sungai besar yang jernih, dengan pemandangan pepohonan yang tumbuh rapi, entah mengapa tiba2 saya mengerutkan kening, seolah berfikir bingung, dan lalu saya berkata dalam hati
“Pasti akan ada Rusa yang keluar di sisi kanan hutan!”
Benar saja tak lama kemudian, Rusa keluar dari semak, melompat tangkas dan membusungkan dada nya anggun, kami melewatinya. Lalu saya berkata lagi dalam hati: Marion akan menanyakan keadaan saya.
“Andrei are u ok?” Marion melihat kebelakang, melihat saya. Dan saya mengangguk. Saya mengerutkan kening, lalu saya bertanya: “Masih lama kah perjalanan ini?”
Saya lalu mengangkat jemari saya membentuk hitungan tiga jari, sesaat sebelum Marion melakukannya. Marion bingung dengan gelagat saya yang mampu menebak tindakannya persis. Selanjutnya saya tersandar lelah memilih memejamkan matanya. Demi Allah saya tidak percaya Reinkarnasi. Namun saya baru saja mengalami yang kata orang di sebut Dejavu. Hanya Tuhan yang tahu.
***
Saya dibangunkan oleh Jason, saya menguap jenak, mengucek2 mata saya yang terasa perih melihat sinar matahari jam 12 Siang.
Saya keluar dari mobil, merasakan hangat sinar matahari daerah Selatan, dan menebarkan pandangan ke segala penjuru. Mematung. Saya melihat teropong dan perlahan mendekatinya, mengamati dari lubang nya melihat apa yang masih samar nun di bawah sana yang berkilau bak permata.


Saya berlari kecil meninggalkan Jason dan Marion. Menuruni bukit, menerobos beberapa pohon. Dan suara injakan2 rating pohon yang patah berganti dengan gemericik air, dan burung2 yang terbang rendah. Saya berhenti, menatap apa yang saya lihat di mata saya. Dahulu kala semenjak saya kecil, sebelum tidur Ibu saya selalu membawakan saya buku2 dongeng Eropa, beliau selalu menyisihkan uang jatah ke pasar hanya untuk membeli buku2 dongeng di pasar Arum manis, untuk bisa baginya mengisahkan tentang Putri Tidur, tentang petualangan Tom Sawyer, tentang Alice in wonderland, tentang suatu desa dengan danau berkilau yang dilewati angsa putih, lalu kelinci dan rusa2 yang dilepas alami di hutan indah, dan bunga2 yang bermekaran rupa. Imajinasi masa kecil saya kembali terurai, bukan lagi sekedar awang2 namun kini semua terhampar nyata di depan saya. Saya berada di sebuah kota kecil yang sangat indah, kota yang selalu di imajinasikan jelas lewat cerita Ibu saya tiap malam nya menjelang tidur sewaktu kecil.
Saya berpaling ke arah Marion yang menyusul saya.“Inikah namanya Jenewa?”
Marion menggeleng “Kita masih di Perancis, di bagian selatan, hanya beberapa Kilo Meter dari negara Swiss”
Dan begitu Marion menyebut nama kota itu, ada rasa haru bercampur menyesal dengan gadis lincah itu. “Maaf saya mendahului mu”, saya menghirup napas dalam2 menatap pegunungan Chamonix yang anggun yang mengelilingi nya. Kini saya sudah berada di sebuah kota yang bagi Ling adalah kota indah di dataran Eropa. Kota itu bernama Annecy.
“Indah bukan? Jangan kuatir kita akan bermalam sehari di tempat ini Rei” Marion berkata sambil berlalu meninggalkan saya yang dipenuhi banyak tanya, dari Dejavu, dari dongeng masa kecil dan dari bisikan seorang sahabat. Memang sejujurnya ada benang merah dari kejadian2 aneh hari ini, bukankah segala yang terjadi tidak ada yang kebetulan?. Dan….Ya, saya mengerti apa benang merah semua ini.
Biarlah hanya saya yang tau dan menyesapi nya makna. Subhanallah!


Saya keluar dari mobil, merasakan hangat sinar matahari daerah Selatan, dan menebarkan pandangan ke segala penjuru. Mematung. Saya melihat teropong dan perlahan mendekatinya, mengamati dari lubang nya melihat apa yang masih samar nun di bawah sana yang berkilau bak permata.


Saya berlari kecil meninggalkan Jason dan Marion. Menuruni bukit, menerobos beberapa pohon. Dan suara injakan2 rating pohon yang patah berganti dengan gemericik air, dan burung2 yang terbang rendah. Saya berhenti, menatap apa yang saya lihat di mata saya. Dahulu kala semenjak saya kecil, sebelum tidur Ibu saya selalu membawakan saya buku2 dongeng Eropa, beliau selalu menyisihkan uang jatah ke pasar hanya untuk membeli buku2 dongeng di pasar Arum manis, untuk bisa baginya mengisahkan tentang Putri Tidur, tentang petualangan Tom Sawyer, tentang Alice in wonderland, tentang suatu desa dengan danau berkilau yang dilewati angsa putih, lalu kelinci dan rusa2 yang dilepas alami di hutan indah, dan bunga2 yang bermekaran rupa. Imajinasi masa kecil saya kembali terurai, bukan lagi sekedar awang2 namun kini semua terhampar nyata di depan saya. Saya berada di sebuah kota kecil yang sangat indah, kota yang selalu di imajinasikan jelas lewat cerita Ibu saya tiap malam nya menjelang tidur sewaktu kecil.
Saya berpaling ke arah Marion yang menyusul saya.“Inikah namanya Jenewa?”
Marion menggeleng “Kita masih di Perancis, di bagian selatan, hanya beberapa Kilo Meter dari negara Swiss”
Dan begitu Marion menyebut nama kota itu, ada rasa haru bercampur menyesal dengan gadis lincah itu. “Maaf saya mendahului mu”, saya menghirup napas dalam2 menatap pegunungan Chamonix yang anggun yang mengelilingi nya. Kini saya sudah berada di sebuah kota yang bagi Ling adalah kota indah di dataran Eropa. Kota itu bernama Annecy.
“Indah bukan? Jangan kuatir kita akan bermalam sehari di tempat ini Rei” Marion berkata sambil berlalu meninggalkan saya yang dipenuhi banyak tanya, dari Dejavu, dari dongeng masa kecil dan dari bisikan seorang sahabat. Memang sejujurnya ada benang merah dari kejadian2 aneh hari ini, bukankah segala yang terjadi tidak ada yang kebetulan?. Dan….Ya, saya mengerti apa benang merah semua ini.
Biarlah hanya saya yang tau dan menyesapi nya makna. Subhanallah!


Cerita ke swiss ya...wahh pemandangannya keren bener drei, apalagi yg di sungai itu airnya bener2 jernih yaa...emang di eropah sana banyak banget tempat2 yg keren plus romantis deehh...
ReplyDeletebtw, ngeri jg perjalanan daratnya yaa..bener2 mengalami dejavu itu drei...ada rusa segala tuhh..apalagi selain rusa drei...harimau ada ngga hehe...
bacanya sedikit bingung plus bertanya2 dlm hati..benang merahnya apa dong drei kasih bocoran doong...penasaran hehe...
Sumpah,bgs2bgt pemandanganya.subhanallah.bersyukur rei kmu bisa kesana.aku iri bgt deh.kmu berarti bisa liat impian masa kecil kmu rei.alhamdulilah
ReplyDeletewah.. kapan gw bisa kesitu yah.. ngiri!
ReplyDeletesmua perjalanan yg udah gw tempuh ajah rasanya msih ga percaya n kaya mimpi..
gw yg katrok n ga punya inih, ternyata bisa jugamelihat bagian lain tanah air n datang ke negri sebrang..
Terakhir aku ke Swiss Juli 2004, emang keren pemandangan disana.... tapi biaya hidup disana mahal banget ya, klo gak salah Swiss adalah salah satu kota termahal di Eropah..... Asyik banget ya kamu bener2 petualang sejati deh. Salut, Drei...
ReplyDeleteWah..Oom, Aku tidak bisa komentar banyak, karena seperti dejavu membaca tulisanmu :). Aku sampai bisa merasakan hawa kota yang namanya Annecy itu ...
ReplyDeleteBtw, boleh tidak aku minta dikirm foto pemandangannya... keren banget sih
wuah semoga perjalanannya berjalan lancar yak.. dan semoga juga misinya terpenuhi.. :) jangan cari cewek lage yak.. dah cukup ama 3 cewek..puyeng aku kalo kamu nambah lage.. ga kuat hafal nama2nya..
ReplyDeletehave a safe trip yaaak... ditunggu cerita2 berikutnya :)
Wih..bener2 bagus banget..aku kadang liat gunung kalo lg cerah shubannalah...bagus baget..,ikir kl kiamat tuh ancur semua..
ReplyDeletekeren...keren...kapan ya aku bisa keliling dunia melihat anugerah yang kuasa...
wah,drei..
ReplyDeletejadi kamu itu enak bgt ya..
bisa keliling2..
aq mau ikut donk...hehehe..
mas andrei!!!! baguuus banget!!
ReplyDeletemupeng liatnya..
kapan ya saia bisa ke tempat yang sebagus itu...??
Akhirnya kamu lebih dulu sampai Annency ya Rei. Hihihi padahalkan kamu janji mau ke Annency sama Ling...
ReplyDeletesuatu saat, insyaAllah saya akan menyusul ke tanah eropa ndrei!
ReplyDelete*sambil semangat memotivasi alam bawah sadar:D*
enjoy your journey Rei, nikmati setiap detiknya.
ReplyDeleteSupaya kamu bisa membuat crita dongeng utk anak cucu
wah buaguss banget ya pemandangannya... kaya di negeri dongeng Beruntung ya Andreii bisa menikmatinya, dan daku beruntung juga liat fotonya xixixi
ReplyDeleteGak paham saya tentang benang merah apa anggur merah itu ya..* jd kek lagunya meggi z* he..crita kapan2 ya..:)
ReplyDeletebtw..pemandangannya indah banget..ditunggu crita lainnya yah..:))
itu yang ijo - ijo sungai ya?
ReplyDeletemiris nih dibandingin sama sungai deli yang di medan..
waahhh kalo gw nganggep dejavu itu terjadi karena dulu pas di alam kandungan, kita diliatin seluruh perjalanan hidup kita dari lahir sampe meninggal..
ReplyDeletetp sayang bertentangan sama teori kedokteran..
btw fotonya kurang banyak bro.. di sana ngapain aja?
*beruntung banged!*
ReplyDelete=)
rey gw salut bgt sama lu rey...
ReplyDeletelu kepilih jadi duta pbb, pinter nulis, ini makin pinter nulis lagi, lo trevelling, trus indah2 lg pemandangannya...trus lo pintar moto....
gw beruntung bgt berkenalan dg mu dan blog ini...hehe
eh jgn geer ya rey...ntar jadi jatoh pula dari kursi hihi...
rey ada request dariku,boleh?
mau gak aku bikinin banner/blinkie rey? biar temen2 copy and tinggal klak klik aja mo ke sini...
blom ada gambaran modelnya tapi tertantang aja pgn bikin buatmu hehe...kalomau loh rey...
it's a honor to make u one hehe...
goodluck ya pbb nya...
waaaaaaahhhhhhhhhhhhhh...mupenggggggggggggg...pnegnnnnn kesana jgaaaaaaaaaaaaaa, mimpi dulu ah...kali aja suatu saat ksampean ..amiennn
ReplyDeletewish I, my husband and Shaina was there untuk menikmati indahnya lukisan nyata Sang Pencipta.. Subhanallah!
ReplyDeletekapan yaaaa... suatu saat nanti kali yeee.. hehehe.. Amiiinnn
wah bro,..enak bgt ya,..bisa kelilingi eropa,..dah nyampai jenewa juga,....jgn lupa oleh2nya ya
ReplyDeletedeja vu?
ReplyDeleteehm.. keren tuh bang perasaannya yang kita dapet setiap ngerasain gituan
iiiihh,,,asik banget... itu view-nya asli gitu,ya, ndrei? ckckck,,kerennya..sampe b'rasa ngeliat lukisan
ReplyDeletedejavu yang ini maksudnya? ini dejavu yang indah :D
ReplyDeletesumpah..gw ga tau kudu komen apa lagi disini selain iri dan hanya iri..hehehhe..dejavu?ah saya sedang mengalami dejavu sekarang..
ReplyDeletewah...ternyata ada tempat yang jauh lebih indah di luar sana ketimbang bali...
ReplyDeletesaiah pengen..
pasti asik bisa mengabadikan poto tempat itu..duh tangan ku jadi gatel nih pengen motonya..hihi..
heuheuheu...swiss ya...huuuh, indonesia raya aja gw belom keputeran...bahkan jawa barat aja belom abis...hihihihih....
ReplyDelete