Sebenernya saya agak sungkan juga menceritakan pengalaman di kamar saya itu, saat semua orang yang disayangi ngumpul semua di sana. Karena setelah kejadian di postingan terakhir itu, ada banyak hal yang bikin saya pribadi dan mungkin yang baca geleng2 kepala. Betapa tidak selepas acara main X-Box. Tiba2 Ling mempunyai ide konyol yang bagi saya melanggar privasi seseorang, tapi lagi2 siapa yang bisa menolak ajakan dari nya?
Ini permainan emang western banget namun tak jarang juga saya menjumpai teman2 di indo melakukannya, tapi masih dalam bentuk yang wajar, tapi ini kan di Eropa.
Nama permainannya “Truth or Dare”, sejenis permainan dengan botol yang di putar jika kepala botol menunjuk seseorang, maka ia harus menjawab jujur pertanyaan dari si pemutar botol atau melakukan tantangan yang di ajukan. Ada catatan khusus juga bahwa jika sudah melakukan truth sampe 3 kali maka pilihan dare adalah wajib bagi yang tertunjuk. *Sigh*
Jadilah permainan penuh pelanggaran privasi itu dimainkan, lima orang. Saya, Leonard, Ling, Anne dan Julls. Dalam hal ini yang paling kesenengan adalah Leonard, di kepalanya sudah muncul tanduk setan.
Permainan dimulai, pemutar pertama jatuh pada Leonard, Leonard tampak berharap banyak, dan penunjuk jatuh pada Ling. Dan ia memilih Truth, Hmm,,,Leonard tampak berpikir membuat pertanyaan.
“Apakah saat ini kamu mencintai seseorang?”
“Iya” Ling menjawab tegas
“Kalo begitu siapa?”
Ling menggoyangkan telunjuknya “Ingat Cuma satu pertanyaan!”
“Aarrggggh” Leonard tampak kecewa salah taktik
Giliran Anne memutar dan itu menunjuk ke saya, agak cemas saya ketika memilih Truth.
“Apa yang kamu suka dari saya?” Anne mengangkat alisnya
Hmm…apa ya? Selama ini bersama Anne saya merasakan kehangatan sebagai seorang sahabat, semenjak hari2 kita di Belanda dulu. Yaah mungkin itu jawabannya, namun bodohnya saya menjawab dengan tidak terang.
“saya suka kehangatan mu Anne”
“Hah?” Ling dan Julls membelalak tak percaya
“Edaan kakak saya sudah merasakan kehangatan Anne? Luar biasa!” Leonard makin memperkeruh suasana.
“Oh God!, bukan…maksud saya…”
Omongan saya terhenti, ketika Anne mengatakan tidak ada klarifikasi setelah jawaban. Oough! Ini bukan sekedar permainan, tapi sudah adu diplomasi ternyata.
Giliran saya kali ini, entah kenapa saya lebih berharap kepala botol itu menunjuk ke Leonard saja, tapi begitu kepala botol berhenti, malah menunjuk ke arah Ling lagi. Ooh tidak! Apa pertanyaan saya kali ini?
“Hmm…Ling…apa kamu menyukai Eduardo” hanya itu yang bisa saya tanyakan, agar memperjelas sikap saja kedepannya.
“Iya gue menyukai nya, dan belum tentu mencintainya, jadi kemungkinan bisa terjadi” Ling diplomatis menjawab sambil melirik Julls, bikin suasana tambah panas
Kali ini giliran Ling, semua orang menahan napasnya, siapa yang tidak kenal Ling dengan banyak tipu daya nya? lagipula sesi ini benar2 panas sekali maklum putaran ini adalah keharusan melakukan “Dare” saya akan habis kali ini kalau botol itu menunjuk ke saya, dan putaran itu pun jatuh pada Julls. Ling menatap Julls, demikian pula sebaliknya. Entah kenapa yang deg2 an itu malah saya. Karena berani bertaruh Ling dalam permainan Dare ini pasti akan melibatkan saya.
Dan sang jawara kelas itu pun memberikan tantangan yang bikin saya terpengarah.
“Julls, kamu harus mencium orang yang paling kamu sayangi di tempat ini” Ling berkata tegas
Deg!
Hening….. Julls tampak mencuri2 pandang ke arah saya, saya semakin panas dingin. Ling menyeringai bak algojo yang menemukan mangsa nya
Berikutnya Julls pun sudah mencium kening, semua orang bengong.
“Nah sudah cukup memberikan ciuman kepada orang yang saya sayangi kan?” Julls tersenyum manis, menatap makna ke Ling. Dan Ling hanya mengangguk kecil, seraya menahan suatu desiran perasaan. Karena saat itu saya melihat mata Ling tampak berkaca2, menahan haru. Setelah tadi Julls mencium keningnya. Aaah Indahnya!
Leonard tampak murung lalu membisik ke saya “Kak Rei baru tau aku kalo mereka itu lesbi ternyata”
Sigh! Dasar anak kecil!
Anak desa yang dibesarkan oleh mimpi dan kebanggan
Official 1: Dari CV yang Kamu lampirkan, kamu seolah ingin mengikuti jejak ayah mu?
Saya: Iya salah satunya, tapi sebenarnya bukan hanya mengikuti jejak langkah beliau, tapi melebihi nya
Official 2: Apa yang kamu banggakan dari ayahmu?
Saya: to much to describe, paling tidak dia menciptakan kebanggaan kepada anaknya akan pribadinya
Sang official lalu menampilkan slide photo dari proyektor! Dan saya baru sadar kalo saya sudah masuk ke area dimana privasi kita sudah habis di telanjangi, melebihi permainan Truth or Dare sekalipun. Dimulai dari data2 rinci saya yang pihak kampus belum tau, sampe photo2 yang banyak memberikan kenangan akan masa kecil saya. Photo ayah saya.
Slide photo yang menampilkan ayah saya duduk bersama perwakilan dari banyak negara dengan tag tulisan di depan meja nya “Indonesia”. Itulah orang kebanggan saya, yang kembali saya temui dalam sebuah slide photo besar sebagai duta PBB dari Indonesia pada konvensi bidang pangan/FAO, 16 tahun silam .
Ini permainan emang western banget namun tak jarang juga saya menjumpai teman2 di indo melakukannya, tapi masih dalam bentuk yang wajar, tapi ini kan di Eropa.
Nama permainannya “Truth or Dare”, sejenis permainan dengan botol yang di putar jika kepala botol menunjuk seseorang, maka ia harus menjawab jujur pertanyaan dari si pemutar botol atau melakukan tantangan yang di ajukan. Ada catatan khusus juga bahwa jika sudah melakukan truth sampe 3 kali maka pilihan dare adalah wajib bagi yang tertunjuk. *Sigh*
Jadilah permainan penuh pelanggaran privasi itu dimainkan, lima orang. Saya, Leonard, Ling, Anne dan Julls. Dalam hal ini yang paling kesenengan adalah Leonard, di kepalanya sudah muncul tanduk setan.
Permainan dimulai, pemutar pertama jatuh pada Leonard, Leonard tampak berharap banyak, dan penunjuk jatuh pada Ling. Dan ia memilih Truth, Hmm,,,Leonard tampak berpikir membuat pertanyaan.
“Apakah saat ini kamu mencintai seseorang?”
“Iya” Ling menjawab tegas
“Kalo begitu siapa?”
Ling menggoyangkan telunjuknya “Ingat Cuma satu pertanyaan!”
“Aarrggggh” Leonard tampak kecewa salah taktik
Giliran Anne memutar dan itu menunjuk ke saya, agak cemas saya ketika memilih Truth.
“Apa yang kamu suka dari saya?” Anne mengangkat alisnya
Hmm…apa ya? Selama ini bersama Anne saya merasakan kehangatan sebagai seorang sahabat, semenjak hari2 kita di Belanda dulu. Yaah mungkin itu jawabannya, namun bodohnya saya menjawab dengan tidak terang.
“saya suka kehangatan mu Anne”
“Hah?” Ling dan Julls membelalak tak percaya
“Edaan kakak saya sudah merasakan kehangatan Anne? Luar biasa!” Leonard makin memperkeruh suasana.
“Oh God!, bukan…maksud saya…”
Omongan saya terhenti, ketika Anne mengatakan tidak ada klarifikasi setelah jawaban. Oough! Ini bukan sekedar permainan, tapi sudah adu diplomasi ternyata.
Giliran saya kali ini, entah kenapa saya lebih berharap kepala botol itu menunjuk ke Leonard saja, tapi begitu kepala botol berhenti, malah menunjuk ke arah Ling lagi. Ooh tidak! Apa pertanyaan saya kali ini?
“Hmm…Ling…apa kamu menyukai Eduardo” hanya itu yang bisa saya tanyakan, agar memperjelas sikap saja kedepannya.
“Iya gue menyukai nya, dan belum tentu mencintainya, jadi kemungkinan bisa terjadi” Ling diplomatis menjawab sambil melirik Julls, bikin suasana tambah panas
Kali ini giliran Ling, semua orang menahan napasnya, siapa yang tidak kenal Ling dengan banyak tipu daya nya? lagipula sesi ini benar2 panas sekali maklum putaran ini adalah keharusan melakukan “Dare” saya akan habis kali ini kalau botol itu menunjuk ke saya, dan putaran itu pun jatuh pada Julls. Ling menatap Julls, demikian pula sebaliknya. Entah kenapa yang deg2 an itu malah saya. Karena berani bertaruh Ling dalam permainan Dare ini pasti akan melibatkan saya.
Dan sang jawara kelas itu pun memberikan tantangan yang bikin saya terpengarah.
“Julls, kamu harus mencium orang yang paling kamu sayangi di tempat ini” Ling berkata tegas
Deg!
Hening….. Julls tampak mencuri2 pandang ke arah saya, saya semakin panas dingin. Ling menyeringai bak algojo yang menemukan mangsa nya
Berikutnya Julls pun sudah mencium kening, semua orang bengong.
“Nah sudah cukup memberikan ciuman kepada orang yang saya sayangi kan?” Julls tersenyum manis, menatap makna ke Ling. Dan Ling hanya mengangguk kecil, seraya menahan suatu desiran perasaan. Karena saat itu saya melihat mata Ling tampak berkaca2, menahan haru. Setelah tadi Julls mencium keningnya. Aaah Indahnya!
Leonard tampak murung lalu membisik ke saya “Kak Rei baru tau aku kalo mereka itu lesbi ternyata”
Sigh! Dasar anak kecil!
Anak desa yang dibesarkan oleh mimpi dan kebanggan
Official 1: Dari CV yang Kamu lampirkan, kamu seolah ingin mengikuti jejak ayah mu?Saya: Iya salah satunya, tapi sebenarnya bukan hanya mengikuti jejak langkah beliau, tapi melebihi nya
Official 2: Apa yang kamu banggakan dari ayahmu?
Saya: to much to describe, paling tidak dia menciptakan kebanggaan kepada anaknya akan pribadinya
Sang official lalu menampilkan slide photo dari proyektor! Dan saya baru sadar kalo saya sudah masuk ke area dimana privasi kita sudah habis di telanjangi, melebihi permainan Truth or Dare sekalipun. Dimulai dari data2 rinci saya yang pihak kampus belum tau, sampe photo2 yang banyak memberikan kenangan akan masa kecil saya. Photo ayah saya.
Slide photo yang menampilkan ayah saya duduk bersama perwakilan dari banyak negara dengan tag tulisan di depan meja nya “Indonesia”. Itulah orang kebanggan saya, yang kembali saya temui dalam sebuah slide photo besar sebagai duta PBB dari Indonesia pada konvensi bidang pangan/FAO, 16 tahun silam .
Official 1 (menyebutkan nama Ayah saya)
Saya: Yaa itulah pria yang membesarkan saya
…….
Official 2: Apa yang kamu lakukan kalo kamu pulang ke tanah air mu nanti?
Saya (menjawab singkat): Menanam banyak pohon!
Official 1: Bukannya anda lahir dan besar di Kalimantan tempat banyak hutan, salah satu paru2 dunia? Mengapa harus lagi menanam Pohon?
Saya: Anda harus benar2 berkunjung ke tempat saya, ke Kalimantan. Dan anda akan tau apa yang terjadi
Official 2: Maksud anda penebangan hutan yang tidak terkendali? Kalo begitu apa daya anda hanya menanam banyak pohon tapi toh juga akan ditebang?
Official 1 (ikut menambahkan di iringi tawanya): Paling tidak anda harus jadi gubernur di tempat anda, membuat regulasi yang ketat untuk merealisasikan impian anda
Saya (tegas): Jika anda bertanya apa mimpi saya yang harus terwujud sebelum saya menjalankan misi saya menanam banyak pohon, saya akan memberitahu anda
Official 1: Apa mimpi anda? Ingin jadi gubernur dulu?
Saya: Tidak! Saya ingin jadi Sekjen PBB.
…….
…….
Official 2: Apa yang kamu lakukan kalo kamu pulang ke tanah air mu nanti?
Saya (menjawab singkat): Menanam banyak pohon!
Official 1: Bukannya anda lahir dan besar di Kalimantan tempat banyak hutan, salah satu paru2 dunia? Mengapa harus lagi menanam Pohon?
Saya: Anda harus benar2 berkunjung ke tempat saya, ke Kalimantan. Dan anda akan tau apa yang terjadi
Official 2: Maksud anda penebangan hutan yang tidak terkendali? Kalo begitu apa daya anda hanya menanam banyak pohon tapi toh juga akan ditebang?
Official 1 (ikut menambahkan di iringi tawanya): Paling tidak anda harus jadi gubernur di tempat anda, membuat regulasi yang ketat untuk merealisasikan impian anda
Saya (tegas): Jika anda bertanya apa mimpi saya yang harus terwujud sebelum saya menjalankan misi saya menanam banyak pohon, saya akan memberitahu anda
Official 1: Apa mimpi anda? Ingin jadi gubernur dulu?
Saya: Tidak! Saya ingin jadi Sekjen PBB.
…….
wekekek....sekjen PBB....bagoos...mantab....setelah kamu jawab itu sang official langsung diem tak berkata kan? hihi... ternyata kamu cerdik juga ndreeiii
ReplyDeleteKamu ngga kena ya drei...waahh..curang neh..masak km sendiri yg ngga jujur hehe...*jadi makin penasaran neehh..kupikir posting ini udah buka2an soal rahasia hehe...belum yaa...*
ReplyDeleteDrei...salut neh..semoga cita2mu tercapai yaa....hayo semangat ya..tanamlah pohon sebanyak2nya biar ga ada banjir lagi yaaa...
waa...bapakmu org hebat yaa...ikut bangga nehh....
Amiinn..didoain bener2 jadi sekjen pbb..orang bilang 'buah jatuh gak jauh dari pohonnya' *maksud lo..* :), yang penting kl nanti dah sukses jangan lupa ma kita ya..he..
ReplyDeletebtw..gamenya kurang seruuuu..lagi doonnkkk..*hallah*
WOW....kalimat terakhir menyentuh banget...hebad...
ReplyDeleteBetul rey...semua beawal dari mimpi.Kalo kita tdk pernah mermimpi dtk akan ada yg bisa kita raih....
Semoga impianmu terjadi rey...amin...
(kalo jd jgn lupain beta ya. lumayan lah rey aku bisa jd sekretarismu)xixi...
nah yg diatas juga bener2 menyentuh...moga jadi sahabatan berdua mereka ya....tapi jgn dua2 andrey pacari ya rey...hehe just kidding...
ouh...ternyata mas andre orang Kalimantan....!!!
ReplyDeletebener...Pohon di Kalimantan udah gag seperti dulu lagi!!!!! Menyedihkan!!
Saya: Tidak! Saya ingin jadi Sekjen PBB. ----> keren..
ReplyDelete“saya suka kehangatan mu Anne”----> no komen dah..
salam ma Ling ya bang.. ma Leonard juga.. hahaha.. keren tuh anak..
julls so sweet..
ReplyDeletetapi mereka gak lesbi kan?
hehehehe... leonard!! polos amat yak...
ReplyDeletendrei.... pacu semangat menuju cita-cita!!
loh permainan Truth Dare nya cuman ampe segitu aja?? lanjutin donk... kan seru kalo sampe menjurus ke pertanyaan2 yang lumayan bikin Andrei panas dingin hehehe :)
ReplyDeleteMANTAP! jawaban yang padat, singkat dan bermakna... tepat sasaran.. ehhehe :) abis itu diterima ga yak?
waaaoooowwww
ReplyDelete*plok plok plok*
waaaah.... sungguh mulia cita-cita anda hohohoho...
aku doain sukses deh bang !
wakakakakakakak... soal ling end julls
jadi bwt mereka makna 'kehangatan' itu apa ya ??!!
xixixixixi...
wah,asik juga kalo ada sekjen PBB dari indonesia...lumayan,lo, ndrei,,masuk buku sejarah,hehe..
ReplyDeleteeh,,gimana sih,jadi kejar-kejaran... andrei suka julls, julls berminat dengan ling ^=?yg ini rada serem,ah..trus,ling? cinta mati ma andrei..aduh,aduh,,=D
Pak Sekjen..
ReplyDeletegw bingung dg kata2 ini :
Jadilah permainan penuh pelanggaran privasi itu dimainkan, empat orang. Saya, Leonard, Ling dan Julls
lalu ini :
Giliran Anne memutar dan itu menunjuk ke saya, agak cemas saya ketika memilih Truth.
“Apa yang kamu suka dari saya?” Anne mengangkat alisnya
sebenernya brapa org yg main?
@ Guhn: Ini spam ya?
ReplyDelete@ Bunda Azra: Yaa dong ;)
@ Widie: Yaa banyak c yang aneh2, cuma off the record saja lah :p. thxs anyway
@ yolla: aah jangan gitu Mbak *malu mode on*. Hehehe di doain saja! Ammiin!. di rahasain yg penting2 nya
@ Mama Ben: Iya mari kita bermimpi :), semoga menjadi lebih baik hubungan kami ;)
@ ing: kan ak dah bilang k kamu kalo kita sama2 dari Kalimantan :), iya menyedih kan abis, padahal itu kan paru2 dunia
@ popok bekas: salam sudah di sampaikan
@ Nrl: ya gak lah! :D
@ primaningrum: Iya doakan saya :)
@ fun: rahasia dong ah! yg panas dingin off the record ajah :p
@ Ajenk: nanti saya tanyakan mereka :p
@ Ririn: Yaa bukan lesbi laah mereka, kasian mereka :p, wait 4 next story ;)
@ novee: benar saya salah tulis! seharusnya 5 orang bukan 4!, terima kasih sudah di koreksi!, nanti kmu jadi sekjen saya klo saya jadi sekjen PBB ntar :p *gaya mode on*
@ novee: duh salah tulis lagi maksud nya sekretaris
ReplyDeleteAaaagh ada apa dengan saya ini?
Amin. Mdh2an tkabul. Aq bole minta tanda tgn km gak ndrey? He3 bangga gt lo
ReplyDeleteAmin!!! Oom Andrei jadi Sekjen PBB :)
ReplyDeleteKeterima kan lamaran jadi volunterrnya? Ceritain lagi ya... kami jadi pingin tahu tepatnya sukarelawan dibidang apa...
okeh, kalo gituh kita jadi sekjen satu n sekjen dua
ReplyDelete*kekekekkk.. pura2 ga baca ralat nya..*
btw Anne tuh orang, kompor ato pisang goreng siy.. koq anget..?
ReplyDelete*kabuurrr takut disambit van houten ama Andrei..*
Ingin lebih hebat dari otu kita, salut! Sekjen PBB? Sip lah aku dukung. Btw bahasa Perancis udah sampe mana? Kok aku ga kemana2 ya?
ReplyDeleteNdrei,adik kmu kocak bgt.polos bgt gitu,bikin ngakak aja
ReplyDeletewah,,aphied jg pernah maen 'permainan melanggar privasi' itu. Dan, makan korban *termasuk aphied*
ReplyDeletetp,,permaenannya seru kok.hehe...
yo,,yo,,save our earth...
mari bang kampanye menanam 100 po`on.
bro... itu awal baca agak rancu siapa yang dicium sama julls.. hehe..
ReplyDeleteemang biaanya truth or dare barat itu lebih parah dari di sini.. yah... bikin harap2 cemas ya bro?
:-P
Wah, permainannya emang gak diterusin tuh? Klo dah ketunjuk semua orang selesai? Penasaran neh... he he he....
ReplyDeleteKayanya yg maen bisa bohong juga neh, siapa yang tau kan hati orang?
Waaaah, aku dukung deh cita2 kamu jadi Sekjen PBB..... AMIN!!!!
oya bro...
ReplyDelete"kehangatan"..
hyahahahahaha...
*piss bro..*
Wah ndrei...Emang jd sekjen PBB digaji berapa to?Kalo aku ya milih jd gubernur aja...Selain gaji kan bisa korupsi jg...hehehe... ^_^
ReplyDeleteSalam.
aPa kaTa yaNG tePat unTuK mengGgambaRkan "keHangaTan" YaH???
ReplyDeleteeh.. betewey eniwey, cerita bersambungnya kejadian nyata ya? lugu mode on:)
ReplyDeletewah permainannya seru juga ya..
ReplyDeletetapi, kamu kok ga kena sh drei...
seharusnya kan permainan itu ditujukkan ke kamu...hehehe..
biar dua cewe cantik itu...
mengetahuinya...
siapa kah yang kamu pilih...hehehe
menanam pohon...
wah,bagus bgt tuh drei...
semoga aja banyak orang yg punya pemikiran seperti dirimu...hehehe
sekjen PBB...duh berat euy...
hehehe...
tapi, bermimpi itu bisa jadi motor pendorong kita loh...hehehe
jadi, chayo..
Ya laah masa iya sih saya harus cerita banyak aib saya di setiap postingan :p
ReplyDeletethxs doanya, nanti klo saya kelantik jadi sekjen PBB beneran, saya gak lupa buat bikin thxs list nya buat di bacain. Xixixixi
salam
pengen jadi sekjen PBB? wuih.. Amien!
ReplyDeletehufp! Kalimanatan mah utan nya uda ga ada lagi..
dimakan abis! =(
saya menghantar doa buat cita2mu bro!
ReplyDeleteselamatkan hutan kita!
Gw yakin, pasti yang kamu harapkan untuk dicium sama julls adalah kamu sendiri kan? Hayo ngaku.. hehehe.. *peace*
ReplyDeleteBuruan update dong :)
hemm..ternyata se gila itu ya permainan truth n dare di negeri orang..
ReplyDeletekalo disini mah..emang gue pikirin..hihihi..ngasal juga gak papa..hehehe..
owya,,aku salut banget ama jawaban yang paling terakhir..
tu official pasti shock disko denger jawaban lu bang..asli!!
wawancara yg hebat Rei!
ReplyDelete