Banjarmasin, Warung kopi di sekitaran Kayu Tangi.
Beberapa negara sudah saya
jelajahi, kota-kota di Indonesia pun juga tak kalah pernah disambangi. Tapi
Jujur saja saya belum pernah ke Bali.
Hal itu yang saya utarakan pada
teman ngopi pagi, yang kebetulan bertemu.
Saya bercerita, bahwa teman di
Jogja mengajak untuk pergi ke Bali, menyaksikan teman-teman kami berkompetisi tari latin
disana.
“Kalo gitu pas banget kan ini
bisa jadi perjalanan pertama kamu kesana, kamu harus liat Bali, kamu harus tau
kenapa turis-turis asing mengidolakan pulau dewata” Ucapnya bersemangat.
Saya cuma bisa tersenyum simpul.
“Kamu mau dengar alasan konyol
kenapa saya sampai sekarang gak kesana?”
Teman saya membenarkan posisi
duduknya, mencoba mendengarkan seksama. Angin semilir meniup dari jendela warung
kopi.
“Yang saya tau dari kecil, Bali
itu tempat bulan madu, jadi saya gak akan mau kesana dulu kalo belum dapat
pasangan.”
Teman keturunan Arab di depan
mengernyikan dahinya, lalu kembali menyimak, saya tahu ia berusaha menahan
tawanya.
Saya lanjut menceritakan alasan
saya.
“Nah, kalo nanti saya udah ke
Bali.. Tar saya bulan madu kemana??!”
Meledaklah tawa si Arab dan tentu
saja saya gak kalah terkekeh.
Saya menyeruput kopi di meja,
lalu menerawang ke jendela. Lalu mengucap pelan.
“Kamu tau gak, romantisme masa
lalu itu.. kalo saya masih terus jaga, akan menimbulkan euforia menyenangkan
jika nanti saya ke Bali, bulan madu.”
Si Arab menggelengkan kepalanya,
gak habis pikir. Ia lalu melirik jamnya, sudah waktunya ia pergi menemui calon
istri mengantarkannya kerja. Sebelum ia beranjak meninggalkan warung kopi. Saya
menanyainya penasaran.
“Eh ya, memangnya ntar kamu bulan
madu mau kemana?”
“Seolah terkejut dengan
pertanyaan saya, si Arab lagi-lagi menggeleng kecil sambil menahan tawanya,
lalu ia pergi meninggalkan warung kopi.
“Ya kalo bulan madu pergi ke Bali
lah” teriaknya dari luar, lalu meluncur dengan sepeda motor bebek tuanya.
Tuh kan.
Saya kembali menerawang, kopi di
meja sudah tidak lagi mengepul.
....
....
Njiss.. si Arab lupa bayar lagi.
Waiting Room, Gate 12. Bandara Juanda, Surabaya.
Saya membenarkan posisi duduk
saya, tidak sampai 2 jam saya sudah harus naik pesawat lagi. Dari Banjarmasin
tadi, saya diharuskan transit ke Surabaya dulu. Saya menyandangkan tas ransel
kecil saya seiring dengan panggilan untuk boarding.
Saya memasangkan kacamata hitam harga 35 ribu merek Rayban KW super (kata yang jual)
Benda wajib kalo
pergi kesana.
Pergi ke Bali.
*
Bandara Ngurah rai, Denpasar. Bali
Saya termangu di pojokan,
hilir mudik turis lokal dan luar memenuhi sempitnya ruangan kedatangan, kala
itu Airport Ngurah Rai sedang melakukan renovasi besar-besaran. Beberapa sopir
taxi bahkan ojek tampak menawarkan jasa angkutan, saya menampik. Saya ingin
beradaptasi dulu, membaui udara Denpasar seolah Aroma pantai dan pesta-pesta
menjadi udara di kotanya.
Saya datang ke Bali sendiri, tidak
berpasangan, belum juga beristri, janji diri untuk ke Bali hanya untuk bulan
madu, kalah oleh gairah bertualang dan tentu saja ucapan sahabat yang membuat
saya bersegera mengemas tas ransel yang mulai berdebu di pojokan kamar.
“Permisi?”
Seorang perempuan dengan kaos
oblong, berjins biru muda serta kacamata hitam besar yang menutupi hampir
setengah wajahnya tiba-tiba bertanya.
“Ya?” Saya yang tadi ingin menyalakan rokok, urung
demi melihat perempuan berambut panjang itu yang sudah berdiri disamping saya.
“Bisa tolong antarkan saya ke
Jalan Poppies 2, Kuta?”
“Heh?”
“Berapa tarip ngojek kesana?”
....
GILA!!! Tampang Oke gini disangka
tukang Ojek?!!!
Kirain tadi mau kenalan..
Crap!
**
Well, tahu tidak, kenapa
saya akhirnya memutuskan ke Bali? Saya pernah bertekad tidak akan ke Bali
sebelum saya mendapatkan pasangan untuk bulan madu.
Namun tiba-tiba seorang sahabat
berandai..
"Rei, kalau itu tekadmu, mungkin kamu
seumur-umur tidak akan pernah bisa ke Bali.."
"Heh? Kok gitu?"
"Bagaimana Jika pasanganmu itu ternyata adanya di
Bali?"
.....
Masuk akal.
***
Si Perempuan membenarkan
ranselnya, dilihat dari tampilannya sepertinya ia berasal dari kota besar, dan
melihat bingungnya ia saat ini, sepertinya ini mungkin pengalaman pertama traveling
solonya.
“Eh, kamu traveling sendiri?” tanya saya
sembari menyalakan rokok. Perempuan itu menoleh, setelah ia menyeka
keringatnya, gerah.
“Iya.. biasalah anak muda, harus
sering traveling, biar bisa eksis di FB dan Path” Jawab si cewek sekenanya.
Lalu ia duduk mengeluarkan buku di dalam tasnya, buat kipas-kipas. Lalu kembali
mengedarkan pandangannya nyari angkutan.
Saya melirik, membaca judul buku
yang ia baca, wah buku traveling.
“Kamu suka baca?”
Si Perempuan berhenti ngipas,
lalu melirik buku di tangannya.. dan mengangguk.
“Iya tahun depan rencananya mau
ke Eropa, makanya suka baca buku pengalaman orang-orang”
“Oooh”
“Well, saya mau ketemu temen saya
yang lagi lomba latin dance di hotel daerah Kuta, mungkin mau gabung menonton?”
Saya mematikan rokok yang masih setengah, lalu bersiap meninggalkannya.
Tanpa basa-basi si cewek langsung
menghampiri saya, ikut berjalan bersisian.
“Naik taksi aja ya biar adem,
kalo berdua kan bisa patungan” Ucapnya masih sibuk ngipas.
Saya tersenyum, lalu kami keluar
airport.. berencana menuju Kuta.
“Nama kamu siapa?”
“Saya Arinda, kamu?”
“Panggil aja Rei”
....
Nama kamu kayak penulis buku ini
aja.
“Oooh”
....
....
Sial... buku gw di jadiin Kipas!

wihhh.. asikkk... :D
ReplyDeleteKapan mas Andrei ke Bali?? Aku penasaran gmn kesan2nya stlh dr sana. karna aku sndiri merasa Bali ga trlalu menarik,apalagi dijadiin tujuan bulan madu :p
ReplyDeletekenpa aku lebih suka bandung ketimbang bali ya kak ?? *halah, belum pernah ke bali aja :D
ReplyDeletelucu banget ceritanya suka banget..ditunggu buku lanjutan Travellousnya bang Andrei :D
ReplyDeletejadi, kesimpulannya ? :D
ReplyDelete*menunggu kelanjutannya*
Dtv As opposed to Hdtv
ReplyDeletemy web blog; bungalow
Love your story. Ah, Bali ngga cuma buat honeymoon aja kok. Heee....
ReplyDeleteSalam kenal Bang Rei, saya suka buku Travellousnya :)
ReplyDeletemeski baca di mobil dgn jalan berkelok2..gak pusing bacanya..karena tulisannya kece #eeaaaa
ReplyDeleteassalamu'alaikum
ReplyDeletesalam kenal dari saya Juju, saya pertama kali baca Travellous langsung jatuh cinta ma ceritanya..
alhamdulillah ada blognya bisa ngekek slain baca bukunya.. hehehhe :D
Wah Asik Nih Ceritanya
ReplyDeletehttps://rina-rj.blogspot.com/