Tulisan dan cerita saya saat ini mungkin agak berbeda dengan sebelumnya, karena saya akan mengenalkan kalian dengan orang2 yang luar biasa. Inilah mereka:
Family time
Orang tua asuh saya tinggal bukan di kota Lyon nya, perlu 30 menit untuk menuju kesana, nama kota itu St. Ettiene, kota kecil ke arah timur dari Lyon. Saya tinggal di keluarga Francois tailandier seorang Ibu yang menjadi single parent bagi ke 3 anaknya, yang pertama Coline (yg sekampus) nomer 2 namanya Leonard (SMU) yang bungsu Jean yang baru tahun ini jadi anak SMU. Mereka tinggal di Apartemen tingkat 4. Dan mereka adalah keluarga yang sangat-sangat ramah. Tiap pagi kita punya acara kumpul2 di dapur untuk sekedar ngopi, teh, minum coklat, serta makan roti.
Dan tiap malam kita kembali berkumpul di ruang makan menyantap makan malam dengan di iringi musik klasik (yang ternyata merupakan ritual khusus buat mereka), saya serasa makan di restoran mewah saja. FYI. Ibu mereka kerja di NGO (LSM) untuk pemberdayaan masyarakat terpencil Afrika di negara Senegal. Yang tiap 3 bulan sekali pergi kesana untuk pemberian medik dan kesehatan. Mulia betul ibu mereka ini. As u know aja Ibu mereka benar2 gak dibayar untuk itu, justru dialah Founder NGO tersebut, yang tidak sedikit mengeluarkan uang dari kantong pribadi, menurut yang saya dengar dulunya semasa Ayah mereka hidup, mereka ini salah satu orang terkaya di kota ini, dan entah karena kejadian apa akhirnya mereka memilih untuk pindah ke Flat sederhana dan menggunakan harta mereka untuk kemaslahatan kaum termajinalkan di Afrika. Saya bangga tinggal dan menjadi bagian dari keluarga ini, sungguh.

Keterangan foto samping: Jean, Leonard, Saya, Coline.
Bicara mengenai sifat adik2 Coline yang jangkung2 (di Indonesia tinggi saya 173 bisa dibilang standar tinggi, tapi di Eropa gak ada apa2 nya), Sifat Leonard boleh dibilang paling flamboyan, gaya emang udah cool abis tapi entah mengapa dia selalu gagal dalam mendapatkan gadis idaman nya, itu yang dia keluhkan pada suatu malam. Sedang si bungsu Jean, anak ini maniak banget ama komik Jepang, cocok ama saya yang juga tergila2 ama bacaan satu ini. Makanya gak heran kita bertiga cepat banget nyambung. FYI aja mereka berdua benar2 nganggep saya seperti kakak sendiri, bahkan mereka menanyakan apa panggilan kakak dalam bahasa Indonesia, untuk mereka gunakan. Jadilah terdengar lucu tiap kali mereka memanggil saya.
“Excusme Kakak Andrei, may I come in to ur Room?” (Ucapan Leonard kalo udah jam Curhat)
“Kakak Andrei, tell me more about manga" (Ucapan Jean kalo udah gak sabar lagi pengen tau kelanjutan cerita komik yang dia baca, soalnya Perancis komiknya jauh ketingalan 10 episode dari Indonesia)
Sweet banget kedengarannya, waktu mereka manggil saya Kakak. I love this family!
Lain dengan kakaknya Coline yang selalu cuek bilang: “Time to go to Campus Miss Indonesia!” Arrrrggh!!! (padahal sudah berapa kali saya wanti2 dia, kalo hal itu bisa menjatuhkan pasaran saya di kampus nanti)
Campus Time
Saya dan Coline menggunakan Van dari kantor Ibunya tiap ke kampus, asal tau aja Coline ini muka tebel juga membawa mobil Van yang bertuliskan besar nama dan logo NGO tempat ibunya kerja di bagian sisi mobilnya, dengan Tagline gede bertuliskan: “For a better Future!”. Cuek aja tuh anaknya walo sering diledekin. Keren...keren... :D
Malam nanti adalah sesi screening movie dari masing2 peserta, saya sendiri punya 2 film pendek yang saya buat beberapa tahun lalu, yang akan di putar. “Yang harus kau tahu” (YHKT) dan “Oren Jus” (OJ), film remaja yang punya catatan sendiri buat saya. Saya seneng sekali kalo bikin film dengan menggunakan pemain awam, alias yang belum tau apa2 tentang dunia film dan entertaiment. Saya lebih menggunakan intuisi saya dalam mencari pemain, seperti mencari mutiara yang tinggal digosok. Dan Alhamdulillah pemeran cewek dalam film YHKT (Ninda Mashita) sekarang sudah jadi presenter acara snap shot di Metro TV, sedang pemeran cewek di film OJ (Ananda) malah menjadi Runner up pertama Putri Indonesia 2006 yang akan mewakili Indonesia di ajang Miss Asia-pasifik tahun ini. Aaah bangga sekali saya.
Ling, mahasiswi undangan dari Cina kelabakan begitu karya dia masih memerlukan beberapa adegan shot pengantar Filmnya, jadilah saya pagi itu terseret dalam masalahnya, untuk membantunya membuat shot yang idenya aneh2, berupa potongan2 gambar photo yang akan ia edit dalam bentuk motion.
Ini pertama kalinya saya kerja dengan rekan negara lain, gak heran selepas membantu pekerjaan nya saya jadi minder sendiri, karena tersadar satu hal, anak2 yang berada disini bukan sekedar remaja biasa, bukan cuma Partygoers semata, ide kreatif mereka inspiratif dan tak terduga, mereka adalah orang2 terpilih!. Saya langsung stress, workshop ini berkembang menjadi sebuah ajang kompetisi dan gengsi seniman antar negara.Siang hari adalah acara musik festival, yang banyak di tunggu2. jadi mahasiswa undangan terbagi atas klasifikasi; mahasiswa Musik, Film, dan Fine Art. Makanya siang itu giliran mahasiswa musik dulu yang unjuk gigi. Nanti malam baru anak Film beraksi. Acara nya berlangsung meriah, dan u know what?, lagi2 Ling, mahasiswa dari Cina itu unjuk taring, seolah mengukuhkan kedigdayaan negaranya yang tengah berkembang pesat. Dia malah sengaja membentuk band sendiri dengan rekan negara lain dengan kostum ala 70 an dia pun beraksi dengan suara emas nya. Acara berlangsung sampe lewat jam 6.


Acara screening film berlangsung jam 8 lewat, dengan tampilan video art masing2 peserta, not another drama stories, its beyond the imagination. Makanya saya memilih untuk memutar video klip musik progresif saya yang bertema Old School dengan Scretch screen sana-sini. Saya mau cari aman dulu, daripada nyetel film yang belum tentu mereka ngerti. Hanya satu mahasiswi dari Iran yang dengan pedenya menampilkan film drama kehidupan masyarakat negaranya, dan itu applause nya paling meriah. Saya menyesal kenapa saya gak pede muter film saya yang mengangkat kehidupan masyarakat negara saya sendiri? Kenapa saya jadi Inferior gini?. Sang sutradara cewek kelahiran Teheran yang kebetulan duduk 3 kursi disebelah kiri saya, berjalan dengan anggunnya di iringi tepuk tangan sambil merapikan Jilbab nya. Saya kagum dan menaruh respek setinggi2 nya untuk dia. Ketika sesi istirahat alias coffe break, dari sana si cewek Iran itu menemui saya dan mengucapkan Assalamualaikum, entah kenapa kok tiba2 saya gentar. Aura perempuan ini seolah mendominasi saya. Dan ia mengajak ngopi di Top Floor gedung kampus.
Di sana gak ada seorang pun hanya saya dan cewek Iran yang bernama Miena. Rupanya selain dia ingin berdiskusi masalah politik dan islam di negara saya dia juga mengendurkan Jilbab nya. Di negaranya adalah kewajiban memakai Jilab. Sangat Strictly!, makanya dia gak mau keliatan munafik di depan orang2, pasang dan lepas Jilbab tiap saat. baginya saya adalah orang yang memahami kondisi nya. Hal yang menarik dari obrolan saat itu adalah dia gak tau siapa nama presiden Indonesia, tapi dia tau satu nama tokoh agamawan di negara kita, dia menyebut: Abu Bakar Ba’asyir. Saya gak habis pikir bagaimana sosok ini begitu dikenal dibanding presiden saya sendiri?. Off the record saja yah obrolan saya dengan dia saat itu. Piss ah :DMalam yang dingin membuat kami beralih ke sebuah ruangan khusus, dan rasa penasaran saya langsung hilang, dari dulu saya banyak dengar di balik jilbab seorang wanita Iran tersimpan rambut paling Indah di jagat bumi. Dan itu bukan bullshit. Liat saja foto ini (saya dah minta ijin kok buat upload foto ini ke sini)
Obrolan berlanjut hingga larut malam, membuat saya makin jatuh respek dengan Miena, bagaimana cara dia memandang suatu hal, cara dia mengeluarkan ide Brilian.Wanita dengan kecerdasan di atas rata2, wanita yang bersumpah akan maju paling depan atas nama rakyat perempuan Iran. Sungguh dialah pesona dan pengantar generasi emas yang akan membawa perfilman Iran ke ajang dunia.
Sekaligus menjawab pertanyaan Novee, apa bisa kamar asrama cewe sana dimasukin cowo? Bisa aja tuh, malam itu saya dan Coline ke kamar Ling, anak itu ternyata juga sama kayak saya, kagum abis ama wanita Iran itu, malahan dia iseng syal nya di buat seperti Jilbab, dan dia gak habis2 nya terus senyum dan cecengiran ngaca di kamar, sampe cewek centil ini kelelahan lantaran kecapean di atas panggung siang tadi, Ling pun tertidur masih mengenakan jilbab buatannya.
Klik, saya poto dia diam2. Hehehe manis juga dia pake Jilbab :DDalam perjalanan ke St. Ettiene dalam mobil Van, saya hanya diam bisu.
Hari itu Tuhan mempertemukan saya dengan banyak orang luar biasa, generasi muda penuh talenta negara mereka di akan datang. Saya menyebut hari itu, bertemu dengan Masa depan.
Wuiiihhhh tumben pertama kali kasih komen hi..hi..hi..
ReplyDeleteBersyukur sekali ya Drei, bisa mendapatkan pengalaman seluar biasa ini dan dapat 'pelajaran' yang hebat dari orang yang kamu temui..
keren...!!
btw.. tinggalin jauh-jauh 'minder'nya ya...percaya deh, kamu 'punya' sesuatu yang orang lain gak punya :))
Oya Nadya kirim salam sayang dari, dia senang foto Eiffelnya :)
Ini toh yang namanya Andrei. Setelah berkali-kali dibujukin utk baca blog ini sama Ibuku (mamah ani dari ceritamamah.blogspot),akhirnya saya ikutan baca deh.
ReplyDeleteSelamat menikmati hidup ya ndrei...good chances never come twice :) . Kalo udah selesai workshop, mau mampir ke Magdeburg_germany monggo lho, ditunggu.After 9 march yah.. :) skrg masih di Indonesia. Salam.
Om..ceritanya puanjang bangeettt...!!! sebenernya bs dijadiin 2 episode kl di sinetron ya hihi...
ReplyDeleteBravo!!! buat film Indonya yaa...ikut bangga deh kl diikut sertakan yaa...*apa komentar mereka drei..*
No coment soal temen Irakmu,hijab itu masalah pribadi seeehhh...untuk sebagian org merasa bangga mengenakan hijab di negri yg minoritas berhijab, tp org kan lain-lain...
Seneng ya...dapat family baru yg baik2..makin betah aja kan Drei...hihi...
Pengalaman kamu tuh luar biasa banget ya Drei..... aku bacanya bisa larut dan ngebayangin suasana disana. Gimana waktu makan sama2 dengan keluarga asuh kamu, trus kerja sama dengan orang2 yang luar biasa.... Lama2 kayanya kamu harus buat buku deh, soalnya asyik banget tuh bacanya. Salam ya buat Ling dan temen kamu dari Iran itu....
ReplyDeletewaaahh broo... pengalamannya enak bgt y..
ReplyDeletetapi agak heran ni knp ntu ce iran mau ngasi liat rambutnya ke cowok y?? (x_x)
wah masya Allah...bikin ngiri...sekaligus bangga, kalau indonesia pny orang kyk kamu...wah kamu hrs pinter2 bersyukur sama yg ada skrg...
ReplyDeletehiks pengeeeen
kapaan saya bisa keluar negeri ya...? seru keknya
ReplyDeleteAlhamdulillah bisa ketemu dengan keluarga asuh yang luar biasa....
ReplyDeletegak usah minder dong... pasti kamu punya "kelebihan" juga yang menjadi nilai plus kamu bisa sampai ikutan workshop begini. ayo semangat terus ya... ditunggu cerita lanjutannya lagi..
btw... bener juga ling cantik kok pake jilbab-nya
wuaaa... jd ga enak neh nama gw disebut2, secara gw ga pertamax pun... heheheee...
ReplyDeletesi Leonard tuh koq mirip personil d'bitels ye Ndei... ga kebayang deh 2cowo jangkung ituh manggil elo Kakak Andrei...
Salutlah buat Mama Bule (nyokap nye Coline...)
Ttg obrolan ofderekod dg Meina, yah gapapa siy *walo mo tau juga...* asalkan jgn salah obrol ajah, alias yg ga tau persis kebenaran nya ya jgn dibicarakan lah...
Okey take care yeh...
wah..
ReplyDeleteabang kerenbanget bang.. meskipun di tak lepas dari ungkapan miss indonesia itu, abang punya kesempatan yang luar biasa..
salut..
salam ma mbak miena yah..
Hiks,komen ke 11.bagus ndrei ceritanya.hebatya dari cina.penuh talenta.lo jg ga kalah hebat,buktinya bisa sampe sana.miena cakep tuw.manis.wah,ustadz a.b.ba'asir hebat bgt,ngalah2in sby ngetopnya
ReplyDeletewa... indahnya bs mendapatkan pngalaman berharga seperti yg mas daptkan.. jd penasaran nih sm obrolannya.. hehehe.... take care dsana mas.. :D
ReplyDeletewahhhh asli ndre, pgalaman kamu luar biasaa..........
ReplyDeletebnr2 harus banyak2 bersyukur yaa ndre..:)
gudlak yaaa
Pertama cuma liat foto2, gw pikir lu kok pendek banget sih Drei? Gw pikir 150cm gitu..*ditampar Andrei* ternyata makhluk2 ganteng di sebelah kirimu itu yang lebay tingginya..hehehe..
ReplyDeleteHalo kakak rey...xixi.
ReplyDeleteTumben nih ga bilang2 loh dah apdet, aku juga lupa aja ngecek apa sudah apdet...rindu dg ceritamu...
Dilaporinnya ma bundazka...
Wah pengelaman yg seru ya rey....ketemu dg org2 yg punya karakter dan bersemangat...
membuat semakin bersemangat ya rey..?
gudlak deh rey ya...hhmmmpengen juga punya pengalaman kek kamu....
NB:kek nya dirimuh tangannya selalu genggam kamdig ya, bisa aja curi2 moto org xixi
dah kakak mis indo...
Coline masi keukeuh manggil kamu miss..he2. Stuju ma bundazka..byk bsukur ya kamu byk diberi kmudahan dan knikmatan diusia kamu yg masi belia *deuuu* Km ngobrol apa aja sm miena?*twink2*
ReplyDeletewuaaaahhh...bisa baca tulisan andrei lage nih.. seru seru... wuah si leonard ganteng jugaaa..kenalin donk..hahaha ngarep... :)
ReplyDeletebaguslah bisa ketemu banyak2 orang yang berbeda2... :)
Bro,..pengalaman yang sangat berharga dan tak ternilai harganya,....tapi aneh juga ya,..ada juga ce Iran yang berani ekspose,...hehehehe
ReplyDelete19. Akhirnya sampai ke tujuan utama dari pergi ke eropa. alhamdulillah ndrei kamu bisa selamat jadi miss indonesia. hehehe
ReplyDeletegw berpetualang lagi nih. kalo minggu lalu ke sby seminggu penuh. Minggu ini gw ke bdg, harusnya lanjut ke smg. Tapi gw menyerahkan tugas itu ke orang lain, sebelum gw kena tipes.
smoga tulang gw maish cukup kuat untuk nenteng tas & laptop kemana-mana
Andrei pengalamannya bener2 ok, apalagi cara kamu bercerita bikin orang larut di dalamnya. Pengen banget bisa nulis kayak kamu. Kalo ke Paris kita kopdaran ya...
ReplyDeleteayo nrei,,tunjukan pada dunia,film indonesia byk jg yg keren..
ReplyDeleteseCara LangsuNg ataU tiDak, aKan aDa oraNG-oRang yaNG biSa membErI aRtI daLam hiDuP kiTa. buKan begiTU
ReplyDeleterambutnya bagussss!!!!
ReplyDeleteeh itu saya yang bilang rambutnya bagus...
ReplyDeleteternyata ada keluarga sebaik itu di dunia yang jauh sana, kamu beruntung sekali bro, dapat pengalaman luar biasa seperti ini, membuat saya iri :P
ReplyDeletejiakakaka!!ling pake jilbab!!!uchu banget sih si ling!!!
ReplyDeletehihihi,,jadi pengen nowel pipinya..
oiya,,salut buat keluarganya coline..
sampaikan salam saiah dari bali bang special buat si mom!!!
benar2 kesempatan emas bertukar dg jagoan seni&film seantero bumi yah! pada hebat2 kalo baca dari dekripsimu
ReplyDelete