Tidak mudah
membuat cerita dengan banyak tokoh, bahkan dalam terapan standart saja,
pembagiannya adalah main character,
sidekick character, main story dan side story. Menulis sebuah kisah dengan
banyak tokoh, dengan tiap bab yang bercerita banyak tokoh membuat ceritanya
tentu saja menarik untuk dibaca, kita akan terus diburu rasa penasaran karena
tokoh-tokoh yang diceritakan dalam tiap bab saling berkaitan satu sama lain.
Dalam dunia
film, formula ini salah satunya dipakai dalam film Love Actually. Formula
seperti ini tentu saja bukan hal yang baru baik dalam dunia film apalagi dunia
tulisan. Namun harus dipahami karya dengan formula tersebut tidak mudah untuk
di create, lantaran porsi masing-masing
karakter haruslah berimbang dari segi penceritaannya.
Adalah Ivana
Dee, salah satu penulis buku Tentang
Cinta yang memakai formula tulisan multiple
character (disebut diatas) dalam bukunya. Buku yang berbicara tentang cinta
beberapa pasangan. Adalah Rangga dan Shinta, Beauty and the Best, Acha dan
Irwansyah, Romeo dan Juliet, dan Ben si Reality
show boy.
Dari penamaan
tokoh-tokoh di atas tentu bagi kita sudah tidak asing lagi dengan nama-nama
tersebut. Nama yang diambil adalah nama pasangan popular yang kita kenal. Apa
maksud penulis dalam proses kreatif penamaan tersebut? Mengapa harus menamakan
dengan tokoh-tokoh terkenal?
Dengan proses
penceritaan multiple character
tersebut, dan cerita yang dirangkum dalam 157 halaman, Ivana Dee harus di akui
cerdik dalam mengadopsi nama-nama tokoh terkenal tersebut yang ia ceritakan
dalam novelnya yang tidak tebal, mengapa demikian? Karena dengan cepat pembaca
mampu memahami tiap sekuen cerita masing-masing tokoh lantaran nama yang
dipakai sudah tidak asing lagi bagi pembaca. Hingga pembaca tinggal menikmati
alur ceritanya tanpa pusing lagi menghapalkan nama tokoh-tokoh tersebut. Good Trick J
Bagaimana alur
cerita di dalam novel tersebut apakah banyaknya tokoh-tokoh diatas mampu
membuat persinggungan satu sama lain dengan baik? Ivana Dee menempatkan porsi
masing-masing cerita tokohnya dengan baik, tidak bertele-tele, hingga inti
cerita dalam masing-masing sekuen mampu disimpul satu sama lain dengan jelas.
Terutama adegan sekuennya yang berada di Restoran, Ivana Dee membuat
persinggungan antar tokoh yang manis disana, karena ia membuatnya dengan
detil-detil kecil yang boleh dibilang cerdik. Saya angkat topi dengan caranya
memilih persinggungan antar tokoh di restoran tersebut yang tidak monoton.
Bagaimana juga
dengan kedalaman ceritanya? Untuk kasus ini boleh dibilang standart. Penulis
meramu cerita di dalamnya pada cerita yang jamak terjadi dimana-mana, tentang hubungan
tentang si kaya dan si miskin, si cantik dan si buruk rupa, playboy dan
wanita-wanita, dan penceritaan jamak lainnya. Namun sekuen terakhir dalam buku
ini yang berjudul Sweet foolish yang
berkisah tentang Ben si reality show boy, benar-benar berbeda dengan cerita
sebelumnya, sebagai sekuen terakhir sekuen ini seolah terlepas dari
sekuen-sekuen sebelumnya yang saling berkaitan. Tulisan di sekuen akhir ini
meledak-ledak, bak naik roller coaster.
Seru, menegangkan namun terus di coba (dibaca) berulang-ulang. Ini sekuen
favorite saya, tampak sekali penulis mampu menangkap fenomena sosial masyarakat
di layar kaca dalam cerita yang tak terpikirkan sebelumnya, saya tidak ingin
menceritakan detil sekuen tersebut, yang bisa mengurangi kenikmatan anda dalam
membaca.
Sebagai penulis
yang baru memulai debutnya, Ivana Dee, adalah salah satu debutan penulis Indonesia
yang patut di acungi jempol. Buku di tangan saya ini adalah buku dengan
terbitan mandiri atau independen. Entahlah apa maksud penulis dalam menerbitkan
bukunya ini secara mandiri karena nilai dalam buku ini jika diterbitkan secara massal
lewat jalur mayor publishing dapat membuat penulisnya cepat pamor.
Saya ucapkan
selamat untuk Ivana Dee, bagi saya yang mengenalnya sejak tahun 2008 lewat
media online di Blogger, tulisannya dalam buku ini membuktikan keseriusannya
dalam dunia tulis menulis yang makin lama makin terasah. Ditunggu selalu karya
berikutnya. Keep up a good write ya Van!
contact Ivana: @Dee_Ivana
contact Ivana: @Dee_Ivana
