Friday, April 25, 2008

Tentang Cinta Pertama

Andrei B.

Hari pertama kami di Laussane, kami di turunkan Jim saat itu tidaklah persis berada di tengah kota, masih di pinggiran kota hingga menyulitkan kami untuk mencari hostel/penginapan. Malam sudah jatuh saat kami memutuskan untuk mendirikan tenda mini yang saya bawa, sebenernya mendirikan tenda di Eropa ini yang bukan pada area camp ground bisa kena penalty alias denda, makanya kami mendirikannya pun pada saat malam benar2 menjelang, mendirikannya agak jauh dari keramaian jalan dan lebih dekat dengan rindang pepehonan, biar tertutup bayangan pohon. Untung saat itu langit bersahabat, dalam beberapa menit tenda yang cukup dimuati 3 orang itu udah berdiri, cukup terlindungi dari keramaian. Hawa dingin di luar, memaksa kami untuk terus berdiam diri di dalam tenda, dengan tidak menyalakan penerangan apalagi api unggun. Saya merebahkan diri kelelahan berbantalkan ransel dan berselimutkan sleeping bag, Julls memeluk lututnya setelah menyalakan I-Pod nya dengan pandangan mata yang sama dengan saya menatap langit2 tenda yang dibuka transparan, melihat bintang yang saling berkerlip. Sunyi namun juga indah yang menghanyutkan.

Julls membuka percakapan yang menarik, “Rei, hidup ini aneh ya?”

Setuju!”

Saya gak pernah kebayang sebelumnya bisa ada di kota ini, setenda ama kamu dalam kesunyian seperti ini”

Iya sambil ngeliat bintang dari dalam tenda!” tambah saya

Gak usah sok romatis deh Rei!” Julls melirik dalam senyuman, saya ketawa kecil. Sampai tiba2 Julls memandang saya serius, sambil melepas ear phone I-Pod nya

Rei…kita gak pernah ngomongin masalah satu ini, gak ada salahnya kalo kita ngomongin hal ini, untuk lebih kenal aja”

Ngomongin apa?”

Ngomongin cinta pertama kita, saya ingin dengar cerita cinta pertama kamu!”

Mengiyakan ajakan ini, saya sampai harus menarik napas dalam2, sebelum mengatakan untuk Julls dulu yang memulai bercerita.

Julls tersenyum, matanya menerawang ke langit2. Jelas sekali saya bisa merasakan gairahnya, bagai seorang pujangga yang membuka cerita nya dengan kalimat: Dengar ini baik2 saya tidak akan membagi cerita ini kedua kalinya untuk mu, karena terlalu berharga jika diceritakan terlalu banyak.

Cinta pertama saya pada seorang fotografer, sewaktu ia nya tanpa saya sadari memfoto saya diam2 pada sebuah acara festival anak2”

Festival anak2? Kamu jadi apa disana?”

Jadi pesertanya lah!”

Heh? Saat itu kamu umur berapa?”

11 tahun!”

Mmppfff” saya langsung nutup mulut saya nahan ketawa, berikutnya mulut saya langsung dilempar pake jaket wollnya

Dianya hanya memperlihatkan saya foto2 hasil jepretannya, dan memberikan saya semangat kemenangan dalam lomba lukis yang saya ikuti, saat itu saya tidak pernah bertemu lagi, bahkan pria itu pun mungkin tidak tahu kalo saat itu ucapan pemberi semangatnya bikin saya menang lomba lukis yang untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Sampai 2 tahun lalu waktu saya ikut lomba lukis dan foto yang diadakan BBC, kompetisi se Eropa. Waktu saya masuk jajaran top-result nya siapa sangka, kami ketemu lagi”

Masih inget?”

Yaa, sesungguhnya saya terus melukis dan melukis karena berangkat dari dorogan kecil seorang pria cinta pertama yang memberikan semangat, mustahil kalo saya tidak tahu namanya, makanya begitu saya menemuinya hanya untuk menegur tanpa ada harapan ia akan mengenali saya, saat itu dalam kegugupan saya bercerita pada saat kami dulu bertemu, lalu ia memperlihatkan pada saya sebuah foto anak kecil yang memenangi kompetisi lukis pada festival anak 12 tahun lalu, itu ternyata foto saya waktu menang dulu. Dan ia nya masih menyimpan foto itu dalam album koleksi pada laptop mininya. Saya saat itu langsung menangis terharu Rei”

Wuaah…trus jadian dunk?!”

Apaan! wong dia udah lama nikah kok, tau gak waktu dulu saya suka dia, umur nya udah 27 tahun”

Busyet lo saat itu jatuh cinta ama Om-Om!” saya takjub.

Tapi bagi saya itu kenangan yang bikin saya selalu berbunga, lihat bagaimana nasib itu berjalan dan mempertemukan kami kembali”

Hmm…bener juga” Saya menepuk pundaknya salut, sembari kembali rebahan menutup mata saya.

Rei…”

……….(pura2 tidur)

Giliran kamu…”

……….(ditambah ngorok)

Jangan pura2 tidur….giliran kamu! Jangan curang!!!”

Aaarrgghh, padahal saya males cerita ginian, gak akan seseru cerita anak ini.

Yang singkat aja yah saya ceritanya?!”

Oui..Oui!” Julls semangat sekali mendengarkan siapa cinta pertama saya, seraya merapikan rambutnya ke telinga.

Kamu kenal kan Nicole Kidman?!”

Udah deh Rei, jangan bercanda!”

Sambung postingan berikutnya *kabuuuur!*

Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei