Thursday, November 22, 2007

Ada Hal Kecil Yang Berarti

Andrei B.
Finally gue ngerasain juga pengalaman naik pesawat air bus, begitu gue duduk tepat di depan gue (tepatnya di belakang kursi didepan gue) ada layar kecil yang bisa nampilin menu hiburan macam2, pramugari memberikan headphone dan shower kit dengan remote kabel yang tersambung di kursi, gue bisa bebas milih ada dengerin MP3, nonton film, sampe GPS untuk tahu kita sekarang sedang terbang dimana dan di ketinggian berapa kaki, Wuihh canggih! (maklum orang udik)

Royal Brunei air lines tinggal landas dan terbang menuju Thailand untuk sekali lagi transit disana. "Aaargggh! kapan gue sampe nya?". Saat itu disana gue ngeliat penumpang yang ada penuh banget, banyak dari turis yang ke Thailand rupanya. gue sendiri duduk di tengah2 di 3 kursi yang berderet, di apit oleh 2 Bule dari Australia. Ga pewe sebenernya.

Sejenak di Thailand
Dua jam kedepan akhirnya transit juga di Thailand, saat itu jam nunjukin pukul 8 malam, gue bergegas turun dan lagi2 ngedapet sticker bulat orange, syukurlah saat itu waktu transit cuma setengah jam. Lumayan juga gue bisa menikmati suasana nya, saat itu Thailand kurang dari 5 tahun yang lalu baru aja merenovasi besar2an Airportnya, dan asli gak kalah ama Malaysia. canggih dan bersih betul. Otomatis insting gue langsung ngebandingin ama airport cengkareng di jakarta. Jauuuh banget! kapan Indonesia punya bandara yang canggih dan keren kayak gini?, satu lagi yang menarik perhatian gue adalah ketika ngeliat official airport disana yang kebanyakan cowoknya kemayu semua, gue emang pernah denger kalo negara ini banyak Lady Boy nya (baca: waria) tapi gak nyangka aja klo sampe beberapa cowok yang notabene sebagai petugas bandara juga bergaya sedemikian eksplisitnya.

Memasuki persiapan berangkat ke Frankfurt, gue liat lagi di dalam pesawat (masih sama pesawatnya) kini penumpangnya dikit banget kurang dari setengahnya penumpang tadi. Asli seneng banget gue begitu tau gue bebas memilih tempat duduk sesuka hati, gue milih duduk di bangku paling belakang deket jendela, jadi gampang klo mau ke toilet atau menuju pintu darurat kalo kenapa2. Hehehe!

Karena pesawat yang gue tumpangi adalah pesawat dari maskapai negara kerajaan Brunei, walhasil pramugari dan pramugara nya pun dari melayu, makanya waktu seorang pramugari nanyain mau milih makan apa pake bahasa Inggris, "Chicken or fish?", gue jawab: ayam doong! dengan senyum semanis mungkin (bukan tanpa maksud, melihat pramugarinya cantik banget Jek!), dan di balas senyum seraya mengulurkan tangannya: "Saya Dinda!"

Remaja Penuh Mimpi
Berikutnya setelah 2 jam terbang menuju ke Utara, gue saat itu udah di dapur pesawat bercengkrama ama si Cantik Dinda dan si Ganteng Alifa yang seumuran ama gue, sama kayak gue, ini pengalaman pertama mereka ke Luar negeri menjadi pramugari/a setelah menjalani rute lokal. jelas mereka excited banget pas tau kalo gue dari kalimantan, sama2 dilahirkan dari pulau yang sama.

Saat itu lampu pesawat padam berganti dengan lampu Fill, mengantarkan penumpangnya untuk tidur, dan gue masih bercakap dengan Alifa, sejenak Dinda datang membawakan kopi untuk kita dan saat itu kita bercerita banyak sekali tentang impian masa muda kita, tentang rumah2 kita di desa, juga tentang cinta masa muda. di ketinggian ribuan kaki, Gue, Alifa dan Dinda tertawa bersama, menyanjung satu sama lain, seolah kita sahabat lama.

Saat itu gue bersyukur sekali diberi kesempatan bertemu mereka, bagaimana semangatnya Alifa yang bercita2 pengen ke Inggris untuk nonton pertandingan bola klub pujaannya Arsenal, juga Dinda yang hobby memasak, ingin sekali pergi ke Itali belajar memasak disana, dan gue yang dengan cool mengatakan akan membantu mewujudkan cita2 mereka. Serentak kita tertawa, Alifa merangkul gue bersahabat dan Dinda yang mengacak gemas rambut gue sembari tersenyum menampakkan lesung manis pipinya. Alifa menuangkan lagi kopi untuk kita. seolah malam itu jangan pernah akan berakhir, biar seperti ini selamanya. Aaaah Indahnya...

Dalam pesawat yang tenang, dan gemintang yang kita tatap di jendela pesawat yang berembun, saat itu seolah2 musikus Mc Fly menyanyikan lagu You Got a Friend untuk kita;

.....You just call out my name
And you know wherever I am
I'll come running to see you again
Winter, spring, summer or fall
All you got to do is call
Lord I'll be there, yes I will
You've Got A Friend.....

Dedicated to Dinda and Alifa, gue janji akan pergi menemui kalian, untuk Alifa atas janji bermain bola di lapangan kampung belakang rumahmu, dan Dinda yang akan mengajak ku ke desa batang duri untuk mencicipi kue kukus buatanmu.




Ini untuk mimpi2 kita yang terucap di ketinggian ribuan kaki, lebih dekat dengan langit.

Tentu Tuhan mendengarkan doa kita.






Frankfurt masih jauh, Baguslah...

Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei