Rabu, 31 Juli 2013

Table of God

Andrei B.
Ini bukan perkara banyak uang atau nggak, ini perkara seberapa besar kemauan kamu untuk pergi kesuatu tempat. Ini cerita tentang saya yang berpergian sendiri ke tempat para Nabi, pergi ke Arab saudi. Beberapa orang menyebutnya "lifetime journey."

Saya datang ke Madinah, di saat waktu hampir menunjukan saat berbuka.. bergegas saya melangkahkan kaki menuju mesjid agung tersebut.

Berbuka puasa di masjid nabawi. Saya terpukau melihat fenomena menarik. Banyak orang asli arab (penduduk) yang mebukakan puasa bagi pendatang yang berpuasa. Mereka berebut agar kita mau duduk di tempat mereka. Karena banyak sekali meja-meja yang disediakan sampai lesehan di dalam mesjid, mengingat tidak sedikit dermawan yang menyumbang. Orang Barat menyebutnya: "Table of God."



Kita dilayani mereka dengan digandeng sampai tempat duduk, makanannya enak-enak, senyum, sapa dan peluk haru dimana2, bahkan surah al-fatihah yang dbaca sang Imam pun banjir air mata. Yang muda meminta maaf, yang tua mengusap yang muda, sembari memeluk dengan badan yang sudah ringkih.

Saya sampai merinding haru, mata ini panas menahan air mata melewati ramadhan yang tak biasa. Saya bak berada dalam majelis cinta.

"..mungkin inilah sepotong suasana di surga.." gumam saya sembari mengusap air mata yang akhirnya jatuh.

Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei