Minggu, 28 April 2013

Suatu hari di Timur Indonesia

Andrei B.

Tiba-tiba aku mengingatmu, saat petang yang sunyi ditiup semilir angin laut..

“Karena yang bisa kucintai darimu untuk saat ini dan nanti  hanyalah kenangan...” Itu lirih katamu saat kamu menaikan jari manismu, ada sesuatu yang melingkar disana. Selanjutnya kamu berpaling, berharap hanya Tuhan yang tahu kamu menangis dalam diam..

Aku bersyukur menemukanmu.. dengan mengenalmu dan pernah bersamamu, aku menemukan Tuhan pada arti kesedihan dalam perpisahan, lebih merasai angin sejuk yang meniupkan luka saat duduk petang hari di ayunan kursi kayu, di ujung timur negeri kita. Papua.


Jika toh waktu bisa kembali berputar, jangan heran aku akan mengambil jalan yang sama seperti ini.
Mengalami luka ketika mendengar bisikan hatiku yang menanyakan apakah kamu baik2 saja? Bisikan tangan saat malam hari saat mengetikan tulisan pun menanyakan hal yang sama pada lamunan, apakah saat mengetikan kota Bandung dan Jakarta, masih saja mengingat tentang ia? 

Akal sehat ikut menutur apa yang kini aku rasakan, berbahagialah menemukannya, menemukan cerah jalan yang kini mengucap pada syukur.  Luka ini yang membawaku pergi jauh ke ujung timur negeri ini, menerima ketundukan pada pahit kenyataan. Terima kasih cinta yang sudah menggenapkan kemanusiaanku. 

Teruntuk Kamu yang menyukai laut dan sup ikan. Baik-baik disana, bukan cuma tangan yang terbiasa menggenggam jemarimu, dan bahuku tempatmu bersandar yang kangen dengan Kamu. Tapi, kami semua merindukanmu ..

Karena pengalaman bersamamu adalah perjalanan tak terbeli.




Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei