Rabu, 10 September 2008

Yang Tertinggal

Andrei B.

Waktu itu gak terasa loh berjalan, seperti nya baru kemaren saya mengenakan seragam putih abu-abu, masih belum hilang pula ingatan ketika meniup lilin ulang tahun yang ke 17. Dan juga seperti baru siang tadi saya bertemu Julls untuk pertama kalinya di koridor asrama Putri, masih saya simpan foto pertama Julls dengan rambut panjang dan tangannya yang mengangkat pot bunga. Dan…

Saat itu hari pertama saya di Ecole Lumiere II, ketika Coline (cewe yang keluarganya ngehost saya) mengajak untuk pergi ke Welcome Party. Saat itu Coline masih menunggu teman2 nya untuk bersama2 pergi ke sana, kami menunggu di halaman belakang Asrama Putri. Coline saat itu langsung misuh2 ketika dua orang pria yang datang dengan mobil Van unik, menyapa nya.

“Ngapain sih kesini?, kan udah dibilangin tar di telpon kalo mau di jemput!”

“Tapi kata nya…”

“Udah deh sana pulang, tar ketauan temen2 gw lagi! Sana!” Coline tampak mengusir 2 pemuda yang kini mulai mendekati saya, dengan tatapan hangat keduanya mengangsurkan senyum bersahabatnya ke saya, sembari mengulurkan tangan.

“Andrei ya?” ucap pemuda tampan bergaya (sok) cool

Saya mengangguk ramah, sembari menjabat erat, dan di sambut pemuda lainnya yang gak kalah jangkung

“Senang berkenalan dengan mu” ucap pemuda terakhir dengan wajah baby face nya!

“Udah pulang sana! Nanti di telpon kalo mau di jemput!” Kali ini Coline menyeret dua pemuda itu menjauh, itulah pertama kalinya saya bertemu Jean dan Leonard, adik2 nya Coline.

Saya hanya tersenyum simpul, melihat ke akraban kakak beradik itu, dari jauh masih saya lihat bagaimana Jean yang masih memaksa kakak nya supaya di perbolehkan menyetir mobil Van dan Coline yang makin kejam menyuruh mereka cepat pulang.

Begitu Coline memberikan isyarat untuk meminta waktu berbicara dengan mereka, saya memilih mencari tempat duduk di tangga batu di pintu samping asrama.

Saya terduduk lega, akhirnya bisa nyampe juga di kampus ini, setelah melalui perjuangan yang gak mudah, di Jaket jeans masih tersisa beberapa batang rokok pemberian para Jemaah haji yang bertemu di Bandar Seri Begawan Airport, saya iseng menyalakan rokok nya, mengusir waktu yang mulai jenuh. Saya mulai menggerutu lantaran korek merk Tokai (yang saya beli di Batam) udah mulai kehabisan gas. Ough sial! Saya membentur2 kan korek gas itu ke dinding batu asrama, dan dalam hitungan detik tampak di hadapan saya api yang menyala2 yang dinyalakan oleh seseorang.

“Eh, Thanks!” saya langsung menyundutkan rokok kretek yang mulai mengepul. Ketika saya berpaling, sang gadis yang menyalakan rokok untuk saya itu, hanya mengangkat alis nya seraya meminta satu rokok.

“Ups, maap abis, ini terakhir, ini juga dikasih, cuma ngabisin aja! bukan perokok aktip kok”

Si Gadis langsung ngambil rokok di tangan saya, dan ikut merokok bersama

“Kalo gitu kita Join” ucap nya, kali ini si Gadis mulai memamerkan senyumnya, manis sekali. Saya sempat takjub, bukan karena manis anaknya, tapi karena polah dan pembawaan yang ia miliki. Menarik!.

Si gadis mengangsurkan cepat rokok nya ke saya, sembari mengambil jarak “Kamu tau gak kalo di kampus ini dilarang merokok!”

“Eh?!”

Si gadis menganggukan wajahnya serius dari jarak kita yang kini makin menjauh sembari menoleh ke arah seorang petugas kampus yang tampak mendekat, Ooh My God! Buru2 saya mendekati si Gadis minta pertanggung jawaban bareng, si gadis langsung ikut gelagapan.

“Udah buang!” si gadis panik

“Lu aja!”

“Kan punya lu!”

“Kan lu yang nyalain!”

“Arrgghhhh!”

Dengan sigap saya membuang rokok ke belakang si gadis dan berusaha bersikap wajar begitu sang petugas kampus berlalu ke arah kami dengan tatapan curiga.

“Kalo sampe ketauan, gw bisa dipulangin sebelum sempat workshop!” gw membisik cemas

“Sama gue juga!” Si gadis gak kalah pucat

“Hah? Lo bukan mahasiswi sini?”

Si gadis menggeleng, lalu cepat2 menjauh pergi, begitupula saya yang langsung menemui Coline yang sudah berkumpul dengan beberapa mahasiswa yang akan ikut welcome party, dan diantara mereka ada si gadis tadi, kami berjabat tangan untuk pertama kalinya sambil saling melempar senyum. Kami berdua berjalan bersama menuju rumah tempat welcome party! Sambil melempar canda tentang kejadian barusan. (dari sini saya baru sadar kalo ternyata rok yang ia pakai bolong kena rokok bermasalah tadi, Hihihi)

Dan sampe pesta berlangsung pun kami masih asyik bercakap!, membagi cerita. Menyenangkan bersama gadis manis ini. Dalam dentuman musik yang memekak kan telinga, saya masih jelas betul ketika ia berkata:

“Semoga nanti kita bisa jadi teman sekelas ya!”

Saya mengangguk dalam senyum, “Ya semoga!, jangankan sekelas, kalo bisa kita sebangku!!!” teriak saya di antara keramaian yang mulai memisahkan kami

“Nama kamu siapa tadi? Aku Andrei!”

Sebelum hilang terpisah oleh keramaian, si Gadis masih berucap lantang menyebutkan namanya sembari mengangkat kaleng Cola nya Tinggi-tinggi!

Aku LING!

Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei