Sabtu, 12 Juli 2008

Continue to the north

Andrei B.
Balik lagi nulis menceritakan perjalanan backpacker bersama Julls, kali ini kami berniat pergi ke sebuah kota bernama Lucerne masih di Swiss, sekarang kami sedang ada di daerah Jungfrau region. Seperti biasa nya Julls memberi isyarat jempol horizontalnya sambil menuliskan kota tujuan, ga sampai setengah jam kami sudah berhasil menemukan sebuah tumpangan, karena memang region ini terkenal akan wisatanya. Seorang keluarga kecil yang memberikan kami tumpangan sekitar 1,5 jam perjalanan, tidak sampai Lucerne karena mereka berbelok menuju daerah Stains, jadi lagi2 kami berjalan sejenak menikmati kota di persimpangan, dengan pemandangan gunung Pilatus di kejauhan.

Hawa sejuk semilir berhembus, mengiringi langkah kaki kami berjalan ke utara, jam masih menunjukkan pukul 9 pagi, kawasan tempat kami berada sekarang kini aktifitas nya mulai menggeliat, banyak terdapat ranch disana.


Sambil berjalan kaki ke utara sesekali menaikkan isyarat jempol pada mobil yang berjalan di belakang yang akan melewati kami, sampai kami mendapat tumpangan truck pengangkut jerami yang berjalan lambat, kami duduk di pinggiran bak belakang, Berkali2 Julls harus memisahkan jerami2 yang berterbangan dan hinggap di rambutnya, saya sendiri yang tadi malam gak cukup tidur, lantaran ikut kemeriahan di Jungfrau region dengan cuek merebahkan badan di antara tumpukan Jerami tebal.

“Aaah Kotor Rei!, gila kamu kalo gak salah kemarin mandi cuma pagi doang!, sekarang malah kotor2an lagi” Julls protes diantara kesibukannya yang kini mencabuti anak2 jerami yang menusuk di wol halusnya.

“Nyante aja! Sampe di Lucerne kan banyak danau tuh, bisa sekalian mandi ntar, jadi kotor2 an dikit gak apa2 lah tar sekalian di cuci”

“Eh ya kmu jangan nyuruh saya lagi nyuci baju2 kamu yah?!”

Saya pura2 tertidur…

Hening…

Sukses ga ada perdebatan!

Mata saya membuka perlahan mengintip Julls yang tadi duduk di bibir bak Truck, dan anak itu gak ada, cepat2 saya bangkit, menoleh ke samping dan mendapati Julls tengah ikut tidur di samping saya tanpa sadari, bahkan ia nya lebih lelap dan sudah gak perduli lagi ama jaket wol nya yang tertusuk2 jerami. Angin sejuk memainkan rambut Julls, kalo udah gini, lagi2 saya harus ngalah untuk tetap bangun, demi keamanan.

Matahari mulai mengintip di balik pegunungan, menandai pagi dengan langit biru dan awan putih seperti segerombolan domba2 yang berkumpul. Sementara Julls benar2 terkapar letih diantara tumpukan jerami, sesekali saya harus mengambil jerami yang jatuh mendekati matanya.

Sekitar setengah jam kemudian Julls mengguncang badan saya, rupanya saya juga ikut tertidur sambil duduk bersandar di tepian truck, saya membuka mata malas2 an, dan mendapati Julls yang sudah turun dari Truck sambil mengangkut ranselnya

“Ayo pemalas, kita turun disini!”

“Hah?” saya masih belum nyadar klo ternyata Truck nya sudah berhenti dan sopir nya sudah mau ngangkat jerami2 nya, Julls berjalan meninggalkan saya, sambil tersenyum mengejek, menjauh pergi.

“Aaarrggh! Bilang2 kek, kalo dah sampai” saya kerepotan membenahi ransel dan jerami2 yang nempel di badan, lalu meloncat keluar sambil gak lupa mengucapkan salam dan terima kasih pada supir truck yang saat itu menawarkan rokok Camel nya. Saya berteriak2 pada Julls untuk menunggu saya sambil setengah berlari mengejar dengan mulut terselip rokok yang mengepul.

“Aiih ngerokok lagi, udah matiin!” Julls menutup idungnya, saya balas dendam dengan meniupkan asap rokok ke Julls, yang disambut dengan ancaman dunia akhirat yang di ucapkannya! Hahahaha!

Julls memandang sinis

……….

Saya berjalan merangkul Julls dengan bibir yang membiru kena sambitan tas kecil nya, dan rokok Camel yang jatuh entah kemana.

What a wonderful morning! *Sigh!*


Lucerne 12.00 PM, disebuah lembah.

Berdasarkan petunjuk penduduk sekitar, tidak sulit menemukan danau untuk kita bisa bersih2, hanya berjalan 20 menitan dari tempat kita turun tadi. Dan tempat itu memang benar2 indah, di tingkahi oleh kicauan burung, dan air sungai bening yang mengalir, inilah salah satu keuntungan backpacker, kita selalu menemukan tempat2 indah yang tidak tertulis di buku2 panduan wisata.

Begitu mendatangi tempat indah itu, kami menaruh ransel, dan langsung berhambur mendekati sungai yang mengalir sejuk. Seolah menemukan oase di tengah gurun. Buru2 saya langsung buka baju, dan bak atlet renang langsung ngelompat ke sungai, jadi keinget seperti di kampung2 saya dulu di kalimantan seraya menarik Julls ke tengah sungai, bercanda menyiramkan muka sendu nya, yang kini mulai redup seolah larut dalam aliran sungai.

Julls menepi dan langsung masuk ke pojokan semak, seraya mengeluarkan ancaman untuk tidak mendekat lantaran ia lagi ganti baju. Saya masih asyik berenang kecil2 an di danau jernih, sambil sesekali mencuri pandang ke arah Julls berharap dapat rezeki mata. Hihihihi Becanda

Kami menghabiskan waktu seharian dengan berenang….

Puas berenang kita makan sekedar, Julls menggelar kain alas duduk nya, bekal makanan saat itu cuma roti dan sekaleng madu, makanan favoritnya Julls.

Selesai mandi badan ini bener2 seger pisan, apalagi airnya jernih banget. Anehnya selepas mandi bawaan nya kok jadi ngantuk, makan roti juga rada gak selera, untuk kesekian kalinya saya menguap. Dan badan saya tiba2 limbung lantaran sebuah tangan membawa kepala saya rebah di pangkuan, di pangkuan Julls, belum sempat hilang kekagetan, tangan Julls sudah menutup mata saya.

…..

…..

Dalam lembah yang dipenuhi pepohonan dan semarak bebunyian serangga serta angin sejuk yang bertiup, untuk pertama kalinya semenjak menggandengnya untuk melakukan petualangan ke utara, saya tertidur pulas.

Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei