Kamis, 03 April 2008

Gak nyangka saya ada di Swiss :D

Andrei B.
Melanjutkan kisah perjalanan, selepas sightseeing tour di Annecy, malamnya kami mengadakan makan malam kecil2an seperti menikmati kaviar dll, sebenernya saya pengen banget moto in makanannya, tapi rasa malu saya mengalahkan segalanya (tar ketauan kalo saya orang kampungan) :p. Besok kami sudah harus berangkat ke Swiss, negara prestisius di Eropa.

Makan malam berlangsung menyenangkan, acara berikutnya hanya bersantai di ruang tamu, sambil minum2 an berakohol yang banyak tersedia dan macam jenisnya, semuanya beer dan wine kelas atas. Kalo saya seorang penikmat alkohol mungkin saya bisa cecengiran kesenengan, Gak laah daripada tar mabuk terus bakar rumah orang, kan gak lucu :p

Selagi Marion, Jason, dan agatha dan beberapa keluarga rumah tersebut bercakap di ruang tengah sembari menikmati minuman, saya mengambil kesempatan tersebut untuk mengambil foto2 interior rumah si pejabat tersebut. Jadi beginilah interior dalam nya ruangan lantai dasar nya, FYI rumah ini tingkat tiga!. Beuuh!











Saya punya kebiasaan baru sekarang, saya biasanya kan kalo mandi pagi dan sore, tapi di Eropa ini perlahan kebiasaan itu berubah jadi mandi di siang hari dan malam hari sebelum tidur. Hehehe!


Pagi hari sekali saya sudah meluncur menuju Swiss, jujur saja saya agak sedikit kuatir masuk negara ini, karena sebenernya negara ini bukanlah bagian dari visa schengen staten, alias perlu visa lagi masuk negara ini. Dan saya lebih memilih diam aja, daripada tar gak jadi masuk swiss. Lagian kalo tar ketauan kan bisa pura2 bilang kalo gak tau perlu visa lagi masuk ke Swiss. Hehehe.

Memasuki border, perasaan langsung berdebar gak karuan, bawaan nya pengen nyumput di bagasi mobil ajah :D, syukurlah begitu memasuki bordernya, si jason hanya berbicara sejenak pada official tanpa turun dari mobil dan lewatlah mobil kami tanpa pemeriksaan pasport. Selamat!!!. Jadilah kini saya memasuki negara Swiss yang gemah ripah loh jinawi ini sebagai pendatang ilegal tanpa diketahui. Xixixi ^^

Saya terpaku pada kemewahan dan keindahan Swiss, negara yang terkenal akan coklatnya, akan keindahan pegunungannya, ketika Jason memarkir mobilnya untuk ke ATM, dari tempat mobil terparkir saya bisa melihat indahnya kota pinggiran Jenewa dengan anggunnya pegunungan Alpen.



Akhirnya kami sampai di gedung pertemuan dan bertemu volunteer lain, setelah menaruh barang2 dan berkenalan satu sama lain, kami lalu briefing di bagi beberapa kelompok untuk job description. Intinya sih menganalisa masalah, mencari solusi dan melakukan aksi sosial sekaligus memberikan kampanye akan kesadaran sosial akan hak2 dan kepentingan2 yang prinsipil. Dari masalah global warming, child abuse, green environment, dlsb. (kalo udah gini jangan ditanya gimana perdebatannya, para volunteer seolah adu intelek bikin males banget, mereka seolah gak nyari solusi terbaik, Cuma mau pamer kepinteran aja, biar dipandang tinggi di dalam kelompok)

Briefing ke dua akan dimulai lagi pada malam hari, dan di kota Jenewa ini saya menggunakan waktu break ini untuk jalan2 ke dalam kotanya.

Saya jalan memasuki kota Jenewa, membaur bersama dinamika nya, saya tak henti2 nya dibuat kagum oleh pemandangan indahnya, pertama ketika melewati jembatan besar saya agak bingung ngeliat ada semprotan air yang menyemprot deras ke langit tinggi sekali (140 meter) di tengah2 sungai nya, yang ternyata adalah juga land mark kota Jenewa, namanya Jet d’Eau (water fountain), tinggi sekali semprotan air tersebut saya pikir waktu pertama kali ngeliat, ada pipa PDAM yang bocor. Sigh!


Berjalan melewati jembatan saya melihat ada monumen anggun di tengah kota yang memperingati kejayaan zaman dahulu negara ini, saya lupa apa nama monumen ini. Tapi monumen patung ini anggun sekali.



Setengah kilometer dari tempat itu selepas melewati pusat kota saya melihat sebuah katedral besar kebanggaan penduduk jenewa namanya katedreal St. Peter's yang dimulai pembangunannya pada tahun 1160 dan uniknya baru selesai pembangunan nya secara menyeluruh 400 tahun kemudian (karena berbagai hal dan situasi pada masa itu), Katedral tersebut benar2 megah dengan bendera Swiss yang melambai di puncak nya. Di area pedestrian sekitar gereja itu banyak di jumpai kafe2 dan toko2 suvenir. Dalam tiap perjalanan saya pasti selalu menyempatkan diri untuk membeli kartu pos kota yang saya datangi buat kenang2an. Namun begitu memasuki toko suvenir saya kaget lantaran mata uang nya bukan Euro tapi Swiss Franc, Weleeh! Masa sih saya kudu cari money changer dulu?

Tapi ternyata banyak toko2 di sini yang juga tidak mempermasalahkan menerima uang euro. Keterkejutan kedua saya adalah begitu saya juga membeli air mineral dan sebungkus kentang Lays, harga yang di bandrol gila2an! Lebih mahal dari seluruh negara yang pernah saya datangi. Kayaknya untuk urusan mahal2 an negara ini masuk rating kategori 3 besar di dunia.Malang bagi kaum mussafir seperti saya! ^^

Puas menikmati area katedral saya lalu meluncur menuju ke area bukit hutan, benar2 tenang, nyaman, dan udara yang saya hirup segar sekali seolah bumi ini baru saja diciptakan Tuhan. Rileks sekali saya menikmati indahnya hutan yang tertata indah, dengan hawa sejuk sambil sesekali berdendang riang memeriahkan hari indah saat itu, beberapa kali saya juga menjumpai sekelompok anak muda dan keluarga yang menikmati indahnya hutan ini, FYI dari pertama kali saya datang ke negara ini dan berjalan keliling kota tadi, satu hal yang menggelitik saya, dari semua negara yang saya datangi, di negara ini saya ngeliat rata2 orang2 yang tinggal disini (entah pendatang ato penduduk asli) semuanya berwajah tampan dan cantik semua dengan balutan kemewahan pakaian dan prilaku sosial kelas atas. Mengagumkan!. Kesannya kota ini seperti tempat tinggalnya orang2 kaya dari berbagai negara!. Yaah mungkin saya harus beli rumah juga disini *ngayal mode on* :p

Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei