Jumat, 07 Maret 2008

Sight Seeing Tours

Andrei B.
Prolog:
Hari ini demam sudah mendingan, dah bisa cecengiran lagi, walau body masih rada lemes, tapi ke inginan nulis Blog kuat betul, soalnya banyak sekali yang harus diceritakan. makanya saya ngebut dikit nih nulisnya, Btw. Terima kasih doa dan dukungan nya buat kesembuhan saya, ternyata Doa lebih ampuh dari Obat ;).
saya mulai saja...

Hari kedua di kota Tours, saya dan Julls berencana mengelilingi kota tersebut, kota ini boleh dibilang kota yang tenang, masyarakatnya hidup santai, kami kali ini berencana menuju sebuah Cathedral besar bernama St. Gatien yang terletak di pusat kota , Julls ingin sekali pergi kesana, jadilah kali ini dengan mengandalkan peta buatan tangan Aurore, kami memulai pencarian (kesannya udah kayak treasure hunt kita), sesekali dalam perjalanan kami berhenti sejenak ketika melihat anak2 TK lagi asyik menyanyi di iringi piano dari seseorang wanita tua disebuah bangunan sekolah. Kami sejenak mengamati dari jendela, mendengarkan nyanyian merdu dan alunan klasik piano, Julls mengangguk2 riang dengan senyum yang selalu menghias mengikuti permainan musik klasik, sang guru mendapati kami yang sedari tadi mengamati dari luar, berikutnya kami sudah berada dalam ruangan tersebut menyaksikan langsung keceriaan anak2 kecil. Julls ikut membaur menari dan menyanyi bersama dalam lullaby dan lalu menarik saya bergabung bersama dalam keceriaan dunia anak.

Sejenak kemudian sang guru menghentikan musiknya, ia tampak kewalahan meladeni hiper aktif anak didiknya yang berjumlah 12 orang, tampak raut kekecewaan di wajah sang anak, dan Julls tanpa di komando sudah duduk di depan meja piano, memainkan lagu riang Lovers Concerto dalam minute G, dan mereka pun kembali berdendang dengan riang, saya tersenyum duduk mengamati bersama2 sang guru yang mengangsurkan kopi hangat untuk saya.

“Kamu beruntung memiliki kekasih yang luar biasa” ucap sang guru sembari meniupkan panas dalam cangkir kopi

“Bukan kami Cuma teman”

Sang guru hanya menatap saya lalu tersenyum makna sembari menyesap kopi.

***

Begitu akan melanjutkan perjalanan, hari saat itu rada gerimis, Julls menggunakan Rain Coat nya, saya cukup nyaman dengan sweater saya. Berikutnya kami menemukan cathedral St. Gatien tersebut, benar2 memukau dengan arsitektur bercita rasa tinggi. Cathedral bergaya rainassance gothic ini dibangun pada zaman Roman Caesarodunum sekitar abad ke 16. peninggalan paling prestisius di barat Perancis.
Sebelum masuk kedalamnya kami bergantian foto dulu di depannya.

Masuk kedalam, hanya beberapa orang saja yang berada dalam cathedral tersebut, Julls langsung terpukau dengan segera setelah mengabadikan foto2 dan mencermati interior nya, ia langsung mengeluarkan sketch book nya dan guratan emas nya pun dimulai, dalam keheningan dan tatapan mata khas nya. Saya hanya duduk disebelahnya ikut terhanyut dalam keheningan yang diciptakannya, seolah menyelaraskan aura magis Cathedral.



Setelah puas berada di Cathedral, kami bergegas menuju centrum kota tersebut, menemui Aurore dan Mith, untuk bersama2 makan siang, dan berjalan menikmati sore kala.


Malam harinya kita berada di toko Libanon dan mengisap Shisa bersama, larut dalam pembicaraan, karena ini adalah malam terakhir kami, sampe jam menunjukkan pukul 1 malam kita pun bergegas pulang dalam sunyinya kota Tours.







Saat itu jam menunjukkan pukul 2 malam, dan Julls di kasur angin masih saja menggurat sketch booknya, kata Julls dia ingin memberikan kenang2 an pada Aurore, pada rumah ini yang sudah menampung dan untuk kota yang memberikan keramahan nya. Dan Julls pun menggambar Pipa Shisa dan Pie yang kita buat kemaren, sebagai kenangan akan hari yang menyenangkan disini

Saya menyempatkan diri untuk OL mengecek Imel yang masuk, dan mendapati pesan yang mengagetkan bahwa Anne gadis Belanda akan datang mengunjungi saya pada Lusa harinya. Ada perasaan kangen, teringat lagi hari2 saya di Belanda dulu, dalam kehangatan keluarga Mr. Wall dan Kei kecil, dalam peluh bersepeda dan warna indah pekerja di perusahaan saya kerja dulu. Dan Anne akan datang membawa romantisme dahulu kala, tepat sebulan yang lalu kami berpisah. Jujur saja saya senang sekali akan bertemu Anne nanti, dan deheman Julls dibelakang mengagetkan saya.

Sial sepertinya dia baca Imel saya!, dan saya berani bertaruh pertemuan ini akan jadi penuh intrik dan bahaya, karena teringat saat itu saya sudah janji menemani Ling dalam pembuatan Project idealis nya. Saya harus cari alasan nanti, bisa2 hancur acara reuni kami gara2 cewek sejuta tipu muslihat itu.

Saya buru2 langsung tidur, dan mematikan lampu. Julls masih di dapur membuat susu hangat.

“Rei kamu sudah tidur?”

Saya diam

“Mmm...kayaknya besok kita gak jadi pulang aja yah Rei? Masih banyak yang belum kita datengin di sini”

Sigh!, sudah saya duga, saya masih pura2 tidur sambil memikirkan alasan agar besok pulang sesuai rencana. Dan saya berani bertaruh besok bisa jadi perang dunia ke tiga nih!.

Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei