Selasa, 11 Maret 2008

Dilema

Andrei B.
Selepas dari kelas, hari itu di koridor kampus saya melihat pengumuman tentang recruitmen volunteer muda dari organisasi besar United Nation (PBB), tertarik sebenarnya mengingat program acara tersebut hanya sekedar gathering dan ada pelayanan hosting dari berbagai negara yang dimana dalam daftar nya saya melihat negara yang akan di kunjungi salah satu opsi nya adalah negara prestisus di Barat Eropa, Swiss (markas ke dua PBB terletak disana). Lumayan kan kalo bisa Approve bisa keliling negara eropa lain dibiayain pula. Tertarik banget, Apply sajalah, siapa tau dapet :)

Matahari yang kembali bersinar
Dalam perjalanan di kereta menuju St. Ettiene, pulang ke rumah. Saya tidak sendiri tidak juga bersama Coline, karena dia masih ada kelas sampe Sore, jadi saya pulang ke rumah dengan Ling alasannya dia pengen kenal keluarga asuh saya, dan pengen ke Ranch kuda di st. ettiene, padahal saya tau dia sih niatnya pengen ketemu sama Anne, gadis Belanda yang emang udah 2 hari ini nginep di tempat keluarga asuh saya. gak apa2 Ling perlu hiburan, perlu di ajak jalan2, mengembalikan keceriaan nya seperti dulu.

Kali ini saya sudah sampe di country side nya St. ettiene ada peternakan kuda disana, Ling Impressif sekali dengan binatang satu ini, terlihat usahanya mendekati kuda yang ia sukai. kalo saya jangan suruh deh, takut di tendang kuda :p



Ling langsung excited, wajahnya berbinar begitu mendapat ijin menunggangi kuda dari si empu yang punya kuda, dan siang itu saya tersenyum lebar, senang sekali melihat Ling kembali ceria, seolah melupakan kesedihannya beberapa hari yang lalu,

inilah Ling yang saya kenal, wanita yang selalu membawa keceriaan di manapun ia berada.



Unexpected
Saya dan Ling kini menaiki Lift menuju tingkat 4 Flat keluarga asuh saya, dan begitu sudah masuk rumah, Mrs. Francois (Ibunya Coline) sudah menyambut, dan acara perkenalan pun dimulai. Saya masuk ke kamar Jean (si Bungsu), gak ada orangnya, di kamar Leonard (si nomer 2) juga gak ada. Pada kemana ini? Pikir saya sambil masuk kamar saya, dan menjumpai mereka di dalamnya, lagi main X-Box (sejenis PS), termasuk Anne disana yang langsung menyunggingkan senyumnya menyambut saya.

“Kakak Andrei ayo ngadu sama saya!” Jean si bungsu langsung nantangin main game. Saya langsung pegang stick larut dalam permainan, Anne di samping sesekali merangkul saya, memberikan semangat. Anak ini emang sudah nganggep saya keluarga nya. Makanya gak ada rasa canggung atau apa.


“Waah rame betul ya kamar mu Rei?” Tiba2 Ling udah duduk bersila di samping saya yang di rangkul Anne sambil menatap layar TV berekspresi dingin. Jean dan Anne langsung bengong, tiba2 kedatangan mahluk tak di kenal menyusup, cuma Leonard si ganteng yang selalu sial masalah cinta itu yang langsung nyisir rambutnya pake tangan, merapikan diri kedatangan cewek cakep.

“Oh iya ini kenalin temen kampus kakak, ini Ling”

Berikutnya satu-satu semua memperkenalkan diri sampe giliran Leonard, anak itu ngilang. Berikutnya dia muncul lagi dengan rambut basah tersisir rapi, Busyeet anak itu sempet2 nya ganti baju! *sigh*. Leonard lalu mengangsurkan tangannya kenalan bersikap Cool!. Saya geli ngeliat tingkah Leonard ini.

“Ayo Kak, lanjut lagi!” Jean memberi aba2

Saya memberikan isyarat mata pada Leonard, untuk nemenin bentar Ling, daripada ditemenin ama Anne. Leonard langsung ngangguk2 semangat campur gugup, sambil menarik napas nya panjang, meredakan gugupnya.

Leonard menghampiri Ling, dengan pertanyaan pembuka yang konyol

“Ling, kamu pacarnya Kak Andrei ya?”

GUBRAK!

Pertanyaan Bodoh!!! Umpat saya dalam hati

Glek!. Anne dan Jean yang lagi serius liat TV main game, langsung pasang telinga dan radar tinggi2, sedang saya cuma bisa menyumpah2 dalam hati ke Leonard!,

Kita gak bisa liat kebelakang, liat tingkah lakunya Leonard deketin Ling, kita Cuma bisa nguping. Biar tidak ada yang tersinggung.

Melihat Ling yang tidak kunjung menjawab, Leonard lansung ambil langkah selanjutnya. “Kalo situ masih single, saya juga loh?!”

Mpppffff!! Saya, Anne dan Jean langsung nahan ketawa. Tapi masih pura2 main game! Saya tau sekarang kenapa adik saya satu ini tidak laku2.

Sampe bunyi bel mengagetkan saya, dan Anne bergegas ke depan, busyet ni anak reaksinya kayak yang udah punya rumah aja.

Berikutnya saya masih larut main Game, sambil sayup2 Anne masuk lagi dan mendengar suara kaget Ling dan keceriaan di belakang saya bersama suara lain yang baru datang bersama Anne. Memangnya Anne punya teman apa disini? Pikir saya, sampai pikiran saya kembali ke beberapa hari yang lalu. Saya membalik gugup. Jangan...jangan...dia udah ngakrab sama...

Benar saja yang saya takutkan, kamar saya kali ini kedatangan JULLS! Lengkap sudah!.

Saya langsung bengong semua orang yang saya sayangi ngumpul semua di kamar saya, saya langsung mati gaya, hanya Leonard yang uring2 an pas liat cewek secantik Julls antara mau ganti baju yang lebih necis lagi ato gak?.

Saya langsung menghentikan Game, membaur bersama di dekat meja belajar saya, dan kalo kalian pikir ketakutan saya yang terbesar ada pada Ling, salah besar. Justru kepolosan Leonard yang bikin saya harus banyak ngucap Basmalah puluhan kali karena sejatinya rahasia perasaan saya selama ini ada pada Leonard.

Leonard langsung deketin Julls, setelah balik dari toilet, membasahi rambutnya. Aaarggh! Gemas sekali saya sama tingkah laku Leonard saat itu!

“Kamu pasti pacarnya Andrei yah?!”

Glek! Lagi-lagi....


Julls bengong, seolah dapat serangan fajar. Berikutnya giliran saya yang kelabakan, kekhawatiran terbukti...

“Soalnya sepengetahuan saya Kakak Andrei menyukai orang Cina di kampusnya”

Julls dan Ling memandang saya, karena mereka tau di kampus, saya yang dekat dengan orang keturunan Cina cuma mereka berdua.

SKAK MAT!!!

Untunglah Anne cepat tangap, langsung memecah kebuntuan saya, anak itu langsung angkat suara, namun siapa sangka Anne melontarkan pertanyaan yang melengkapi kegundahan perasaan saya, “Rei, itu siapa sih?” tangan Anne bergerak ke sudut kanan atas rak meja belajar saya, semua mata mengikuti telunjuk nya pada sebuah foto berbingkai indah, foto seorang perempuan.

Lagi2 semua mata kini berpaling memandang saya, bertanya.

Itu siapa?

......

......

“Itu gadis kota hujan” ucap saya lirih.

Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei