Minggu, 17 Februari 2008

They Called Youth Culture...

Andrei B.
Dari e-mail yang saya terima dari pihak kampus yang menyelenggarakan workshop film itu, seharusnya pagi ini, para mahasiswa undangan sudah bekumpul di Aula, untuk pengenalan kampus dan pembagian kamar (bagi yang memilih tinggal di asrama) atau dipertemukan dengan orang tua asuh (home stay), saya memilih home stay, biar lebih mengenal kehidupan keluarga orang Perancis (padahal niat aslinya pengen ngirit duit makan :p). Sesampainya di kota Lyon, hari sudah menunjukkan hampir pukul 4 sore. Mampus! Hari pertama saya ke kampus telat! (ke inget hari pertama kerja di Belanda juga telat) tapi ini lebih parah, telat 8 jam!!!.

Tepat Jam 4 sore saya udah berlari masuk ke kampus gede dengan arsitektur bergaya rainassance, mata saya celingak-celinguk nyari tulisan administrati atau info centre, tapi parahnya semua serba bahasa Perancis, Busyeet!. Saya langsung masuk ngasal sebuah gedung, dan bodohnya saya malah masuk ruangan kantor utamanya yang dipenuhi dosen2 dan para professor yang lagi kerja, Jreeeng!!! Semua mata memandang saya aneh, saya masuk dengan napas memburu masih dengan bahu yang tersampir ransel segede bagong, mereka disana masih diam takjub, saling tukar pandang melihat saya. “Haruskah saya mengucapkan Assalamualaikum?” pikir saya bodoh.

Singkat cerita (sengaja saya singkat daripada membeberkan lebih banyak aib saya saat itu), saya kini langsung di suruh menaruh tas ransel saya dulu di kantor Mrs. Asley, dan beliau lalu menyuruh saya mengikutinya ke taman kampus, tempat dimana para mahasiswa undangan sudah berkumpul dan melakukan perkenalan. Tiba di taman kampus, saya langsung minder begitu melihat banyak mahasiswa yang duduk bersama, semua orang menatap saya. Dan Mrs Asley bilang dengan bahasa Inggris kalo saya juga salah satu bagian dari peserta undangan.

“Nama mu...Andrei, iya kan?” ucapnya nyaring
Saya mengangguk malu2 kucing, diliatin orang banyak
“Jadi, kamu dari mana? St. Petersburg? Moscow?”
“Hah? Siapa? Gue?” saya menggeleng gak paham
“Kamu orang Russia kan? Nama mu seperti orang Russia”
Gubrak!!!! (sejak kapan orang russia kulit sawo matang?)
“Indonesian Miss, saya Indonesia!”
“Ooh jadi kamu Miss Indonesia?”
Jeger!!! Semua orang ketawa, saya masih gak ngerti

Singkat cerita (lagi-lagi saya singkat, daripada orang2 yang baca blog ini sadar kalo saya orang yang memalukan :p). Akhirnya saya disuruh mengenalkan diri, maju kedepan di liat ratusan pasang mata, dipelototin orang dari berbagai macam ras, dari kulit hitam, putih, kuning, seolah di amati orang seluruh dunia. Sumpah, Maluuuuu banget. Akhirnya saya mengenalkan diri seadanya, tapi siapa sangka ada sesi tanya-jawab, dan itu yang nanyain bukan cuma satu atau dua orang aja, puluhan yang angkat tangan, Mampusss!!!. Dalam hati saya bersumpah gak akan datang terlambat lagi.

Uniknya begitu saya menjawab mengapa saya datang terlambat di karenakan saya tidur di taman depan menara Eifel, jelas sekali terdengar decak kekaguman, dan di iringi tepuk tangan, Shit! Apa hebatnya? Pikir saya?, barulah saya sadar karena itu melanggar peraturan, dalam pasal sejenis pelestarian cagar budaya dan kesenian negara ini. Jelas sekali orang2 tampak kagum, untung saja saya tidak terlalu bodoh untuk cerita dimana saya buang air kecil saat itu ketika di kawasan menara Eifel semua toilet masih di kunci. :p

Dan untunglah pula saya tidak disuruh untuk membawakan kesenian tradisional dari Indonesia, masa iya sih saya harus nari tarian Banjar di sini. Acara perkenalan saat itu bubar, beberapa mahasiswa undangan mendekati saya, mengenalkan diri satu demi satu, dan saya tidak sebodoh itu untuk tidak menyadari kalo kehadiran saya yang terlambat dan cerita saya tadi menjadikan saya sebagai orang terkenal sekarang.
“Look at the bright side” pikir saya tersenyum. Sambil membalas lambaian seorang gadis manis yang tersenyum dan melewati saya sambil mengatakan: “Nice to know u Miss Indonesia!”. Shit!!!.

Acara selanjutnya, adalah kembali ke ruangan masing2, atau pulang ke rumah home stay nya untuk kenalan dengan keluarga asuh masing2. Coline adalah mahasiswi sini yang dimana di rumahnya nantilah saya akan tinggal, cewek manis berambut gelombang ini mengatakan kalo baru besok kami akan ke rumahnya, lantaran mahasiswa sini punya pesta khusus menyambut mahasiswa undangan, jadilah saat itu ransel saya di masukkan ke kamar asrama kampusnya Coline. Rada sungkan juga saya masuk asrama cewek ini, kamar2 yang saya lewati dipenuhi cewek2 mahasiswi undangan yang tampak membereskan kamar atau menata kamarnya. Tak jarang saya ngeliat pria hilir mudik masuk ke kamar cewek yang tertutup. Wuiih jangan...jangan...

“Lebih baik kamu istirahat saja di kamar saya dulu, mandi2 dulu terus tar malam kita akan ke welcome party sama2” senyum Coline bersahabat.
“Siap Bos!” ucap saya riang, dan tanpa malu lagi saya langsung rebahan di kamar cewek itu dengan pintu yang sengaja saya buka, takut digerebek hansip (maklum masih polos). Saya gelisah gak bisa tidur terlalu bersemangat, dari tempat saya tidur saya bisa ngeliat cowok-cewek mondar-mandir di depan pintu kamar, ngangkatin barang2. sampai seseorang gadis rambut panjang lewat memegang pot bunga, yang memaksa saya bangun dari ranjang. Dan mengintip keluar ke arah koridor asrama. Deg! Jantung saya mau copot, saya terkesima. Kemaren saya baru saja melihat lukisan monalisa yang digadang2 sebagai lukisan terindah, namun dihadapan saya kini, saya melihat cewek putih keturunan Cina, yang puluhan kali lebih indah dari Monalisa!, saya langsung foto dia diam2. Klik!, edaan ini mah Agnes Monika juga lewat!


Time To Party
Mau tau gimana party nya anak muda sini, ternyata gak jauh beda ama film2 remaja hollywod, ada pesta beer, musik dentuman yang memekakkan telinga, game yang penuh kontak fisik dengan lawan jenis (Fiuuuh!), sampe mojok sana-sini.

Saya datang dengan Coline dan Ling, cewek terakhir ini juga keturunan Cina, tapi bukan yang saya liat tadi sore, anak ini emang gak kalah manis, jujur saja Ling ini adalah tipikal cewek yang tiap harinya selalu bahagia, berada di dekatnya pasti nyenengin. Pesta yang diadakan di luar kampus itu benar2 meriah. Baru kali ini saya ikut pesta yang kesemuanya pelajar dan dari berbagai negara. Seru!



Sebenernya banyak sekali kejadian menarik, dan mencengangkan. Tapi lagi-lagi saya sensor saja lah. Dari pada nanti blog ini di kasih rating XXX. :p
Intinya sih bagi saya hanya mengenal kebudayaan, yang mereka sebut "Youth Culture", dan tentu saja gak lupa jaga diri.


Fiuuuh sepertinya malam ini masih akan panjang, have fun go wild tampaknya!. Capeee deeh...

Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei