Minggu, 20 Januari 2008

Over Act Kei

Andrei B.
Kali ini saya tinggal di kota Amersfoort, di tempat Mr. Wall keluarga, dengan dua anak lelakinya yang pertama berumur 4 tahun dan satunya lagi masih bayi 3 bulanan, salah satu tanggung jawab moral yang saya lakoni tinggal di rumahnya adalah menjadi Baby Sitter ke dua anak mereka, FYI anak pertama mereka yang bernama Kei (sebut saja demikian) benar2 bandelnya minta ampun, saya menyebutnya Buas. Bagaimana tidak hobby nya ngeberantakin rumah (saya yang harus membereskannya pada akhirnya), atau main pistol2 an air (jangan ditanya siapa yang jadi sasaran tembaknya), yang lebih parah pas kalo di ajak main di taman khusus anak2 bermain, dimana dia bisa bertemu dengan anak2 sebaya nya. Hal terakhir ini yang paling saya takutkan.

What the...
Ada pengalaman buruk? Iya buruk sekali. Hiihhhh membayangkan nya saja saya sampai merinding. Begini ceritanya; waktu itu ketika Kei asyik bermain bersama anak sebayanya, entah siapa yang memulai (saat itu saya asyik nulis diary saya) Kei tiba2 berkelahi dengan dua anak lelaki sebayanya. Perkelahian antar mereka membuat saya terkesima, bagaimana tidak Kei menubrukkan sepeda nya ke salah satu anak itu, lalu setelah itu dia menyerang satu anak lagi dengan tendangan mautnya ke punggung anak itu yang lagi menolong kakak nya yang tadi ditabrak, dan setelah itu saya gak tega menjabarkan sedetil mungkin apa yang saya lihat di pertempuran 2 lawan 1 yang akhirnya dimenangkan Kei, saya yang habis melerai pertempuran itu hanya bisa lihat hasil akhirnya miris. Antara mengerikan liat apa yang dilakukan Kei dengan lega melihat kondisi Kei yang tidak apa2.

Mengerikan, di Negara berpendidikan saya melihat perkelahian anak kecil yang bisa bikin saling bunuh. Kesialan saya gak cukup sampai disana Bapak dua anak yang “dihabisi” Kei mendekat (asal tau aja Body bapaknya kayak Rambo, dan mukanya kayak kingkong mau ngamuk), Mampusss!!!

Bapak dua anak itu marah2 pake bahasa Belanda (syukurlah, saya mana ngerti), saya cuma bisa bilang sorry, dan buru2 kabur mengajak Kei yang dengan innocentnya mengikuti saya riang dari belakang dengan sepeda roda tiganya sambil sesekali memanggil nama saya asal-asalan


“Arei…Arei!”. *Sigh!*

Saya menatap Kei miris, anak rupawan itu bisa berubah jadi atlet smack down dalam sekejap. Oh Tuhan!

kabar menghibur
Makan malam hari itu akhirnya informasi yang saya inginkan mendapatkan jawaban manis. Saya ingin sekali punya kesempatan kerja di Belanda untuk nambah2 uang saku, memang sulit visa saya hanya visa turis, tetapi Mr. Wall melihat cara lain, saya menjadi orang magang, hanya 2 minggu saya akan kerja.. Dan saya memakai account pekerja lain yang saat itu sedang cuti, jadi pembayaran saya bisa lewat account dia. Begitu yang ia jelaskan, walau gak ngerti tapi yang penting bisa kerja, dapet uang saku!. Memang sengaja di jatah 2 minggu mengingat setengah bulan dari hari itu saya harus ke Perancis ikut sekolah Film di Ecole Lumierre, sebagai mahasiswa tamu.

Selepas makan saya langsung diantar ke tempat perusahaan yang bergerak dibidang IT dan Advertising itu, saya disuruh menghapal jalan menuju kesana, karena nanti saya akan berkerja dengan naik sepeda. FYI jaraknya 20 KM, artinya gue harus bangun jam 7 dan sampai disana jam 8. Menemui teman Mr. Wall yang menjabat bagian Administrasi untuk nanti diberitahu apa yang harus dikerjakan nantinya.

“kapan saya mulai berkerja?” Tanya saya
“Besok pagi! Jadi cepat tidur, jangan terlambat di hari pertamamu kerja” ucapnya begitu nyampe rumah.

Glek!, saya langsung pucat. Masalahnya gak terbayang bagaimana besok, di hari pertama saya kerja dengan latar dinamika kerja yang pasti jauh berbeda dengan persiapan kurang. Malam itu sulit sekali mata terpejam untuk tidur, perasaan campur aduk, antara senang dengan pengalaman baru, dan cemas apa yang akan terjadi esok di hari pertama saya kerja di luar negeri, lagi2 Kei masuk ke kamar ingin tidur bareng saya lagi. Dan Kei memulai lagi ritual sebelum tidurnya, Perang Bantal. Aaaarrrrggggh!

Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei