Sabtu, 26 Januari 2008

Nasi makanan paling enak sedunia!!!

Andrei B.
Sudah semenjak 10 harian ini saya gak makan nasi, tiap hari makannya roti, keju kalo gak pasta. Bah bosannya, tapi apa daya sudah nebeng di tempat orang masa sih harus minta di bikinin nasi, mau beli di restoran Chinese gak punya uang, saya selama hidup ini nyaris tiada hari yang terlewat tanpa nasi. Makanya gak heran suatu hari ketika saya kerja, kepala ini bawaan nya pusing trus, perut mual. Saya ijin pura2 mau buang hajat, dan akhirnya di toilet saya muntah sejadinya. Segala pasta dan roti serta keju keluar semua, saya lemas bukan main, tersandar di pintu toilet dan hanya bisa meratapi nasib, walau di kasih 50 hamburger juga saya akan tetap memilih sebungkus nasi sekarang. Ooh Tuhan beri saya sesuap nasi!.

Begitulah, sulit bagi saya harus beradaptasi dengan makan2 an Eropa, boro-boro mau balas dendam ngebalap orang2 Belanda pake sepeda, untuk meredakan pening di kepala saja, saya harus berhenti sejenak. Ada tempat yang menarik di tempat saya biasa berhenti sepulang kerja, namanya soest duinen. Tempat ini padang pasir putih yang dikelilingi pohon2 pinus, semacam replika mini gurun sahara mungkin. Banyak orang disana sekedar ngumpul2 bikin api unggun sembari ngisep ganja (that’s true!), atau pacaran.

Saya jadi ingat ketika suatu malam sepulang kerja dalam badan yang letih seperti di gebukin orang satu kampung, tiba2 saja ban sepeda saya bocor. Oouuughh!

Jadilah saya menuntun sepeda malang saya, mencari tukang tambal ban. But, what the..., sudah jalan 1 km gak ada tulisan semacam vulkanisir apalagi tulisan tukang tambal ban. Seingat saya selama perjalanan kerja emang gak pernah liat ada tukang ato toko tambal ban, akhirnya saya inisiatip tanya sama seorang gadis manis yang lagi jalan kaki (baca: sekalian iseng PDKT) dan dia malah ketawa ditanyain, jawabnya sederhana; "kita disini ngelakuin apa2 sendiri, termasuk nambal ban, jadi biar kamu cari sekeliling Amersfoort sampe kiamat juga gak nemu"


Setelah itu, dia mengambil sesuatu di bawah boncengan sepeda saya, ternyata ada kotak set lengkap alat nambal, dan di rangka bawahnya juga terpasang pompa mini, sumpah! saya sama sekali gak nyadar (bisa jadi sepeda ini juga dilengkapi semacam senjata rahasia ala james bond :p)

Kejadian memalukan terjadi, ia mengajari saya bagaimana cara menambal ban, Aaah tidak gentleman sekali saya waktu itu. Saya hanya bisa mengatakan apa yang harus saya lakukan untuk nya sebagai balas jasa (semoga dia tidak minta uang, saya lagi bokek), gadis manis bernama Anne itu hanya minta kesediaan saya untuk mengantar nya ke rumah nya. Syukurlah! Jadilah saya kini membonceng gadis itu, dan apa yang saya takut kan terjadi juga. Akhirnya dia nyadar dan berucap:

“Ndrei kamu bersepeda lambat banget sih? Apa saya terlalu berat?” ucapnya setengah tersinggung.

Akhirnya saya mengakui aib saya satu lagi, tentang bodohnya saya bersepeda. Dan lagi-lagi dia mengajari saya cara bersepeda yang benar dan efisien. Bagaimana saat yang tepat menggunakan persneling/gigi saat di tanjakan, saat pada kecepatan tertentu harus pake gigi apa, dan bagaimana cara menginjak pedal dengan juga menggunakan setengah badan, jadi yang main bukan cuma kaki aja, tapi juga gerak badan ikut berfungsi. Dan FYI dia mengajari saya dengan membonceng saya, Aaah lagi-lagi saya merasa jadi pecundang dan tidak gentle.

Sampai rumah nya, saya sedikit kaget bukan karena indah dan asri rumah itu, namun jarak rumahnya gak jauh dengan istana Ratu Beatrix hanya berjarak beberapa ratus meter. Berani taruhan harga rumah di daerah sini kalo di jual bisa beli 4 buah rumah yang kayak istana presiden yang di Cipanas.

Anne menawari saya masuk ke rumah, saya menolak halus (padahal minder!), dan saya hanya bisa berjanji untuk main ke rumahnya lain waktu. Saya harus cepat pulang, bukan karena takut terlewat acara wajib makan malam di rumah bersama keluarga Mr. Wall, tapi saya berencana besok hari akan pergi ke Zuthpen, saya punya sahabat disana, sahabat perempuan di kota Bogor teman main yang udah ninggalin Indonesia 2 tahunan. Dan saya ingin memberikan kejutan dengan tiba2 hadir di sana.

Dan cerita kepergian saya ke Zuthpen beberapa waktu lalu, pasti akan membuat kalian sedikit gak habis pikir. Ada hal yang membuat saya menangis, kehilangan, dan mulai agak benci dengan dunia barat. Tunggu saja...

Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei