Rabu, 04 Juli 2007

Buy things or buy experience?

Andrei B.
Berapa banyak sih orang yang bilang kalo Singapore itu Negara yang kecil? Walhasil gue inisiatip untuk berjalan kaki pagi itu, sepanjang hari sambil nanya2 tiket murah k ke Eropa di travel agency nanti.
Banyak hal yang menarik sepanjang perjalanan gue, cuaca yang gak terlalu panas, angin yang berhembus semilir serta bahu yang tanpa beban (setelah 2 hari terakhir kemana2 selalu bawa carrier) dalam perjalanan gue sempet lihat penikahan ala india, iseng gue masuk ke vihara mereka, menyaksikan upacara mereka. Gak ketinggalan gue abadikan upacara mereka. Lucu juga waktu gue shooting, pengantin pria nya kebanyakan cecengiran gak jelas liat kamera gue. Entah malu ato pengen senyum jumawa (tapi gak berhasil) ato apa?
Perjalanan dilanjutkan, etnis chinese mendominasi pemandangan dimana2, skarang gue ngerasa rasanya jadi orang minoritas. Hahaha
Perjalanan gue bergerak menuju orchad road, kayaknya gue harus menghentikan niat bodoh untuk berkeliling Singapur dengan berjalan kaki (lantaran pengen tau bener ga sih Singapur negara kecil?) kali ini gue menaiki Bis, setelah melihat Board table di halte, Sesampainya di Orchad gue langsung membaur dalam dinamika Sophaholic negara belanja, gue serasa jadi Proletar banget ketika melewati gemerlapnya kafe2 berkelas, brand label Maxazria sampai label FCUK (gue lebih suka membacanya F*CK!).
Gak cuma kaum cewek, kaum cowok juga kalah hebat untuk urusan belanjaan. Dimana2 gue ngeliat pria muda menenteng tas belanjaan memenuhi genggaman jemari kedua tangan mereka. Gue jadi keinget temen gue yang hoby nya keluar negeri cuma untuk hunting barang2 label TOP dunia. Tapi jangan pernah Tanya ke dia tentang apa rasanya berjalan jauh sambil memanggul carrier seberat puluhan kilo, dan pengalaman bermalam di hostel ajaib, atau survival dengan se bungkus mi goreng di negara lain? Yang ada juga foto2 dengan latar2 hotel bintang 5, berendam di Spa sampe manicure di salon jutaan ke atas. Mereka membeli barang bukan membeli pengalaman!.

Setelah beberapa kali memasuki travel agency, gue benar2 gak nyangka kalo tiket ke luar negeri tuh bener2 mahal pisan, gak jauh ama beli di Jakarta. Emang sih gue saat itu lagi dalam peak season (musim liburan bow!) mana biaya hidup disini, boleh dibilang mahal pisan.
Gue mengisi perut waktu makan siang di daerah ramai Esplanade, gue denger kuliner disini dashyat2. dan emang bener kelezatan kwetiaw nya nomer satu. Gue sempet bercakap2 dengan pemuda Singapore umur 25 an, yang menyarankan untuk membeli tiket di Malaysia yang notabene selain harganya murah juga biaya hidup disana lebih rendah. Ada bener nya juga, apa lagi gue kan belum pernah pergi ke Malaysia. Gak ada salahnya, apalagi jujur aja negara ini gak bikin gue "make sense". Akhirnya gue memutuskan siang ini gue harus ambil bis murah ke Kuala Lumpur. Sebelum gue berpisah, pemuda Singapore membisikkan sesuatu ke gue. Damn! Ni anak pengen ngajakin gue ke Prostitusinya Singapore yang katanya terkenal banget, pelacur dari berbagai Negara bisa dijumpai, tinggal pilih katanya. Buru2 gue balik badan, ngeloyor pergi, gue emang ada di Negara Singa tapi gue gak mau kena Raja Singa!. Hiiiiiiih!

Andrei B. / Author & Editor

Saat ini bekerja sebagai senior copywriter di perusahaan Consulting Creative di Jakarta

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Re-design By Andrei